We’re having a baby! …no. 4!!!!

posted in: Family | 6

Pada tanggal 13 Juni sore, dua hari menjelang Idul Fitri, diam-diam aku membeli test pack kehamilan dan menemukan dua garis. AKU HAMIL!

 

 

Langsung aku keluarkan kamera dan mengabadikan momen dimana aku memberitahukan suami. Kalau mau lihat reaksinya, tonton saja di vlog perdana aku (hey guys, guyslike, comment, and subscribe yo!) di https://www.youtube.com/watch?v=AQt6A2VWDoo

 

Masih belum yakin, keesokan hari aku dan suami periksa ke dr. Diana Mauria SpOG di Brawijaya Women And Children Hospital. Ketika beliau tanya sudah berapa minggu telat, aku jawab “belum”. Menurut jadwal harusnya aku haid hari ini, hanya saja beberapa hari belakangan aku curiga dengan badan yang nggak seperti biasanya. Aku merasakan gejala-gejala hamil.

 

“Kalau belum telat, kemungkinan besar masih kecil. Kita periksa dengan USG transvaginal ya,” kata beliau sambil melihat ke layar. Mendadak raut wajahnya berubah, “lho, ini sih sudah gede! Yuk kita lihat dengan mesin USG biasa.”

 

Sudah gede? Akupun berbaring di tempat tidur pemeriksaan dengan penuh tanya. Memangnya kapan “kejadiannya?” Aku dan suami memang mau menambah anak lagi, tapi rencananya ingin melakukan program agar bisa mendapatkan kembar! Adalah cita-cita aku sedari dulu untuk punya anak kembar. Makanya selama ini kita kontrasepsi dengan metode coitus interruptus (silakan google sendiri artinya apa)… which obviously is not effective at all!

 

“Sudah 9 minggu 3 hari. Hampir dua setengah bulan,” kata dr. Diana sambil tersenyum. Ternyata flek yang terjadi sebulan sebelumnya—yang aku sangka adalah haid—hanyalah proses pelekatan embrio di dinding rahim.

 

So… confirm! Aku hamil dengan anak keempat! Horeee!

 

 

Tapi karena pernah mengalami keguguran sebelumnya dan saat ini usia sudah 38, aku belum berani bergembira apalagi pengumuman. Aku ingin menunggu hingga kehamilan masuk trimester kedua sekaligus melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi janin.

 

“Ada pemeriksaan kromosom, itu sangat disarankan untuk kehamilan diatas 35 tahun. Bahkan diluar negeri, itu sudah menjadi golden standarduntuk setiap kehamilan,” jelas dr. Diana. Pemeriksaan darah ini akan memberitahukan apakah ditemukan kelainan kromosom seperti Down Syndrome, Edward Syndrome, Patau Syndrome, dan lain-lain. Lebih banyak info mengenai tes kromosom ini akan aku post di blog selanjutnya.

 

Perusahaan yang melakukan tes ini memiliki laboratorium di Singapura, sehingga waktu dari pengambilan sampel darah hingga hasil tes keluar memakan waktu sekitar dua minggu.

 

Akupun menunggu dengan penuh kecemasan. Dan selama itu aku nggak bilang siapa-siapa, termasuk saat kumpul dengan keluarga pada Idul Fitri. Padahal badanku mulai mengalami perubahan… sepertinya tidak ada yang ngeh. Hingga 17 Juli siang saat sedang brunch merayakan ulang tahun temanku, email itu tiba!

 

Dengan gemetar aku membaca dan berusaha menginterpretasi hasilnya… semua tampak baik. “Not detected” terpampang di kolom sebelah semua kemungkinan kelainan kromosom. Aku kirim ke dr. Diana dan Alhamdulillah ia mengkonfirmasi! Bayinya sehat dan jenis kelaminnya adalah…

 

“Bonus” dari tes kromosom ini adalah diketahuinya jenis kelamin. Iya dong, pasti terdeteksi kromosom XX (perempuan) atau XY (laki). Di halaman kedua laporan hasil tertulis “not detected Y chromosome material. Consistent with a female fetus”. It’s a girl! Horeee! Jadi informasi yang akan aku sampaikan ke keluarga, lengkap nih! Tinggal mengumpulkan keluargaku.

 

Keesokan harinya, 18 Juli, saat kehamilan sudah 4 bulan, aku mengajak keluarga berkumpul di rumah adik ipar. Anak-anak, Mama, tante, mertua, dan ipar sudah duduk di meja menyantap makanan (made byMilla andNicky, thank you… so delicious) aku mulai merekam dan meminta suami memberitahukan. Surprise!!! Responnya… ya nonton saja di Youtube J

 

So now, at the second trimester, aku menjalani kehamilan keempat dengan penuh suka cita. Tidak ada mual-muntah-ngidam seperti kehamilan-kehamilan sebelumnya sehingga akumasih bisa bekerja dan berkatifitas seperti biasa. Aku juga sudah kembali berolahraga karena sudah menjadi rutinitas termasuk dalam setiap kehamilan. Aku merasakan manfaatnya sepanjang kehamilan dan melahirkan ketiga anakku secara normal. Semoga yang ini bisa normal dan lancar seperti kakak-kakaknya. Amin!

 

So I will definitely be posting videos and blogs about my pregnancy, termasuk olahraga! Oh ya, aku juga sedang menulis buku kehamilan. Buku yang akan menjadi buku ke-10-ku ini adalah versi lebih update dari buku paling pertama yang kutulis, “The Pregnancy Handbook”.

 

And with this entry, I “officially” begin my journey. Mohon doanya yaa agar semua lancar! Thanks for reading! You are welcome to leave comments.

6 Responses

  1. Lidya Ivory T

    Periksa kromosom gm caranya kalau dr luar Jakarta, mba? Saya di Cirebon

    • mamudmaskin

      Coba kontak Daisy iGene di 08119953950 atau tanyakan pada rumah sakit apakah mereka punya link/referensi untuk pemeriksaan NIPT. Periksa kromosom itu labnya di luar negeri, jadi selama ada kontaknya, Mama di wilayah manapun di Indonesia bisa periksa.

    • mamudmaskin

      Buku Kitab Kehamilan mungkin baru akan rilis pertengahan tahun depan, kepending dengan judul buku lain mengenai perencanaan keuangan Mama Muda bersama Prita Ghozie! Insya Allah awal tahun depan akan diluncurkan. Doakan lancar yaa.

  2. Diyahening

    Saya sekarang 39 tahun, ingin hamil lagi (it’s mean anak no. 3). Apa yang harus saya lakukan dengan suami untuk cepat hamil?
    *note : saya terakhir melahirkan Nov 2008 (anak no. 2) lalu pake KB IUD, lalu dilepas Jan 2019. Saya haid normal tiap bulan & kata bidan yg lepas IUD bilang “baik & siap hamil”. Kasih saya masukan dong mamudmaskin…makasih.

    • mamudmaskin

      Kalau begitu semua kondisi OK (kadang kalau lepas KB butuh waktu sampai hormon kembali stabil), tinggal Mama tingkatkan kemungkinan konsepsi dengan bbrp hal: berhubungan di masa subur (hari ke 10-17 dari hari pertama haid terakhir) tapi beri jeda sehari, Mama & Papa berolahraga, dan makan yang bergizi (untuk Papa banyak makan yang mengandung zinc atau ada multivitamin yang khusus untuk vitalitas pria/sperma). Kalau sesudah beberapa bulan tidak berhasil, bisa dibantu dengan proses inseminasi (menyemprotkan sel sperma ke dekat sel telur) di dokter.
      Semoga cepat hamil yaa!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *