Tandem Nursing

posted in: Family | 6

ARTIKEL INI DIPERUNTUKKAN WANITA SAJA KARENA MEMILIKI FOTO PEMERIKSAAN USG DENGAN PERUT TERBUKA.

DILARANG CAPTURE/MENGGUNAKAN FOTO INI TANPA SEIZIN PEMILIK FOTO: NADIA MULYA

BILA ADA YANG MENGGUNAKAN TANPA IZIN, AKAN DITINDAK TEGAS!

##### PLEASE READ WITH DISCRETION #####

 

 

 

Mohon maaf dengan warning di awal yang agak keras. Di zaman now, sayangnya makin banyak orang yang tidak paham privacy atau bereaksi berlebihan dengan foto tertentu. Padahal foto yang aku ambil ini sengaja untuk kepentingan berbagi pengetahuan kepada sesama Mama mengenai menyusui dan pemeriksaan kehamilan.

 

Aku harap para pembaca bisa bersikap dewasa dan mendapat manfaat dari ilmu yang dibagikan di artikel ini.

 

#####

 

Tandem nursing adalah menyusui dua anak dengan usia berbeda. Biasanya terjadi kalau masih menyusui, kemudian Mama hamil lagi. Artinya, tandem nursing dimulai dari saat si adik masih dalam kandungan, sementara si kakak masih menyusu.

Pertanyaan yang pasti selalu muncul adalah, “aman nggak ya menyusui saat hamil?”

 

Ini yang aku alami sekarang.

 

Saat ini aku sedang hamil 20 minggu (5 bulan) sementara Delmar berusia 2 tahun 2 bulan dan masih “enggeh” (ini bahasa yang dipakai semua anak-anak untuk menyusu) setiap malam (dan kapan saja dia lihat Mamanya nganggur hehehe).

Nggak heran, Uni Nadine menyusu selama 1 tahun 11 bulan, Teteh Nuala 2 tahun 10 bulan, dan Mas Del yang lebih “rakus” dari kakaknya sepertinya tidak ada rencana mau berhenti any time soon. Nanti waktu baby N lahir, Mas Del bakal menang banyak nih karena dapat supply ASI yang lebih deras dari sekarang, dan kembali mendapatkan kolostrum.

Semua anak aku berhenti menyusu dengan sendirinya, jadi bisa dikatakan aku menerapkan child-led weaning. Padahal sih, alasan lainnya karena malas menghadapi proses weaning atau menyapih yang bikin puyeng, hehehe. Suka nggak tega lihat si kecil nangis, ngebujuk setengah putus asa minta nenen. Apalagi kalau lagi hamil, mualaz ya direpotkan dengan keribetan menyapih seperti mengoleskan brotowali di puting atau trik lainnya. So, bagi Mama hamil yang sukses menyapih, satu kata… hebatttt!

Bagi banyak Mama yang melakukan tandem nursing, alasannya adalah karena tidak mau sampai si kakak merasa tersisihkan dengan kehadiran anggota keluarga baru. Setiap anak memang beda, ada yang cuek saja dengan kehadiran adiknya, ada yang secara psikologis merasa anxious karena takut akan “kehilangan” Mamanya. Kenyataanya, selama beberapa bulan pertama, atensi Mama akan tersedot untuk si newborn. Sementara, beberapa penelitian meng-highlight manfaat dari tandem nursing, salah satunya berkurangnya sibling rivalry atau persaingan antar kakak-adik

OK, kembali ke pertanyan awal: aman nggak?

Menurut dr. Diana Mauria SpOG serta hasil browsing berbagai referensi, menyusui saat hamil itu AMAN.

…asal…

(iya dong, pasti ada syaratnya…)

…asal Mama tidak merasakan kontraksi atau kencang di perut.

Seperti kita ketahui, saat menyusui, uterus (rahim) berkontraksi. Itulah mengapa menyusui sangat dianjurkan agar rahim Mama yang baru melahirkan bisa cepat kembali ke ukuran sedia kala secara alami.

Tapi manakala di dalam rahim tersebut ada bayi, tentu tubuh memiliki mekanisme alami untuk melindungi bayinya. Salah satunya adalah berkurangnya ASI karena hormon prolactin “ditekan” oleh estrogen dan progesterone.

Aku membuktikan dengan melakukan USG saat sedang menyusui Delmar!

Beberapa hari lalu saat melakukan kontrol bulan kelima, aku sengaja menyusui Delmar sambil dr. Diana melakukan USG. Baby N tampak tenang saja dan tidak ada perbedaan pada heart beat (detak jantungnya).

Jadi intinya, aman kok Ma menyusui saat hamil. Tapi kembali ke syaratnya yaaa, aman asal Mama tidak merasakan kencang di perut. Atau kalau mau lebih yakin, lakukan “eksperimen” seperti yang aku lakukan saat USG sambil menyusui.

Nanti kalau si kecil sudah lahir, Mama bisa melakukan tandem nursing, yaitu menyusui si kecil dan menyusui si kakak.

 

Nah inilah tips yang Mama bisa lakukan untuk menyusui selagi hamil dan juga tandem nursing.

  • Bagi yang menyusui saat hamil, hentikan segera bila merasa kencang di perut, tidak nyaman, apalagi ada flek; dan segera periksa ke dokter.
  • Upayakan si kakak sudah kenyang agar menyusui tidak lama. Terlebih puting Mama saat hamil lagi sensitif-sensitifnya tuh, duh!
  • Pastikan nutrisi Mama tercukupi, terutama kalsium. Dokter dapat meresepkan suplemen kalsium dan vitamin lainnya.
  • Perhatikan menu makan Mama. Perbanyak cairan (banyak minum air putih ya) dan protein, utamanya sayuran hijau.
  • Nanti kalau si kecil sudah lahir, alihkan perhatian si kakak saat sedang menyusui adik bayi. Untuk ini, butuh kerjasama dari suami dan support system lain.
  • Utamakan menyusui si bayi dulu selama 20-30 menit (pastikan ia mendapatkan foremilk dan hindmilk dari satu payudara) baru menyusui si kakak.

 

Semangat Mama! Semoga perjuangan kita memberikan nutrisi terbaik untuk si kecil di awal kehidupannya selalu lancar yaa.

6 Responses

  1. Asih

    Makasih mba Nadia.. kondisi ini skrg sdg saya alami. Anak pertama 1,5 thn sdgkan sy hamil 11 Minggu. Bingung cara menyapih anak, saat ini dia tambah beringas nenennya. Sudah dicoba menyapih tp anaknya kembali nenen kalo lihat mamanya…

    • mamudmaskin

      I feel you. Pasti susah karena si kakak merasa ada yang beda semenjak ada baby di perut Mama, jadi rasa anxious itu membuatnya makin posesif. Aku sendiri belum pernah menyapih anak, jadi hanya bisa menyampaikan saran dari teman-teman yang berhasil. Katanya, harus pelan-pelan dikurangi intervalnya. Jadi sepanjang hari, si kakak disibukkan dengan segala aktivitas agar keinginannya nenen teralihkan. Biasanya kan minta menyusu di malam hari, nah pastikan malam dia sudah kenyang dan biar papa-nya yang menidurkan dia. Sekali-sekali kalau dia minta, boleh tetap diberikan, karena namanya juga proses, tapi setidaknya kalau kenyang dan mengantuk, dia hanya akan ngedot sebentar sampai tertidur. Nanti jarak antar nenen makin lama makin lama, sampai dia tidak mencari lagi. Sabar ya Maaa, semoga berhasil proses menyapihnya.

  2. Dessusant

    Mom aku baru tau hamil kmrn. Krna baru telat bbrpa hari, trus baby ku baru jln 14 bln. Aku ga direct breastfeeding jd selama ini baby ku nyusu asi pake dot. So far aku pompa asi msh dan ga ngrasain skt apa2. Tp ttp perlu ke dokter ga ya untuk minggu2 ini?

    • mamudmaskin

      Hai Ma, selamat ya! Kalau sepengetahuan aku, selama perut Mama tidak merasa kencang (kontraksi) saat pompa ASI, tidak apa-apa. Tapi ingat ya, stimulasi puting dapat mengakibatkan kontraksi bagi sebagian Mama. So saran aku, tetap periksa ke dokter sekaligus untuk periksa kondisi janin.
      Kan Mama memang perlu periksa awal dan minta suplemen seperti asam folat dll.
      Jangan lupa juga melakukan tes darah dan TORCH ulang (kalau sejak melahirkan anak dengan hamil lagi, Mama resiko terpapar virus TORCH dari pelihara kucing, burung, suka makan daging mentah, dll).

  3. amalia

    Dear mba Nadia, selamat atas kehamilannya. Semoga sehat sehat terus dan lancar. Saya ada pertanyaan mohon maaf jikalau agak out of context. Saya ingin tahu. Apakah ada tempat yang menjadi rekomendasi mba Nadia untuk sourcing tenaga domestik seperti nanny, helper, atau baby sitter yang bisa mba berikan? Saya suka ngeri sendiri kalau dengar cerita cerita seram soal kualitas tenaga domestik dari yayasan tidak jelas, smtr kt ibu bekerja harus tenang meninggalkan anak bekerja di rumah. Terima kasih sebelumnya. Matur nuwun mba. Keep on inspiring, saya senang ada sosok perempuan cantik yang real dan honest serta positif, ga hanya pencitraan. Jd terinspirasi baca and follownya ^^ Wass.

    • mamudmaskin

      So kind of you! Thank you!
      Sayangnya yang ini aku tidak bisa bantu. Sedari anak pertama sampai anak keempat lahir nanti, aku tidak pernah menggunakan baby sitter profesional. Selama ini aku menggunakan bantuan ART yang sudah ikut aku sejak aku kuliah! Jadi sudah seperti keluarga sendiri. Namanya Mbak Irma. Awalnya fungsinya mencuci perlengkapan bayi, bantu membuat MPASI, hingga anak-anak makin besar dan dia yang aku tugaskan antar jemput ke sekolah. Urusan ganti diaper dan mandi, sedapat mungkin aku yang lakukan kecuali kalau aku sedang bekerja. Namun pekerjaan aku kan jamnya fleksibel, sehingga kadang minta bantuan ibu dan mertua juga. Untuk Mama pekerja kantoran, pasti membutuhkan jasa baby sitter profesional. Nah, akupun ngeri kalau mendengar berbagai cerita.
      Teman-teman aku selama ini mencari jasa baby sitter tersebut melalui word of mouth, jadi rekomendasi orang yang dikenal. Kebanyakan seperti begini: anaknya sudah besar dan tidak perlu suster lagi, sehingga direkomendasi ke teman yang butuh suster. Atau suster kepercayaan teman punya keluarga yang mau kerja.
      Banyak yang merasa lebih sreg dengan cara ini dibanding mengambil ke yayasan.
      Kalau sudah dapat, mau tidak mau harus ditraining langsung dan diawasi. Kalau perlu sementara waktu minta ibu/mertua mengawasi sampai yakin ia sudah bisa ditinggal dengan anak. Pasang CCTV, lakukan videocall random serta sidak, dan pastikan ia tahu bahwa she is being watched.
      Maaf ya tidak bisa menjawab. Mencari pengasuh itu seperti mencari another member of the family. Dan harus percaya instinct Mama dan Papa. Semoga kamu dapat yaa pengasuh yang paling cocok dan betah lama menjadi anggota keluarga kamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *