Kok Nggak Gerak??

posted in: Fitness | 0

Apa sih hubungan judul “Kok Nggak Gerak” dengan foto artikel? Wait, will get to that later.

 

Heran deh. Sudah empat kali hamil, masih saja panik dan parno.

 

Aku ingat saat kehamilan memasuki bulan kelima dan tak kunjung merasakan gerakan di perut. Is the baby OK? Naluri adalah ingin segera memeriksa ke dokter memastikan si kecil baik-baik saja. Aku mengurungkan niat menunggu jadwal kontrol yang tinggal beberapa hari lagi.

 

Akhirnya momen itu tiba. Ketika dr. Diana melihat gambar di layar USG, aku menahan nafas. “Baby OK, tuh lihat lagi gerak.”. Alhamdulillah. Aku bernafas lega saat mendengar detak jantung baby N. Rasa khawatir senantiasa lekat dengan menjadi seorang ibu, bahkan sejak masih dalam kandungan.

 

“Dok, memangnya kapan sih mulai merasakan gerakan bayi? Kok perasaan waktu hamil Delmar kemarin di bulan-bulan keempat sudah terasa?”

 

Menurut dr. Diana, walau bayi banyak bergerak, baru disadari oleh Mama biasanya di minggu ke-20. Selain itu bayi yang aku kandung sekarang adalah perempuan, yang gerakannya tidak sekencang seperti saat mengandung bayi laki-laki.

 

 

Aku juga sempat browsing dan ada teori yang mengatakan semakin tebalnya lapisan lemak di perut, semakin tidak sensitif terhadap gerakan di rahim sehingga baru ngeh-nya saat gerakan bayi lebih kuat. Hmmm, mungkin “lapisan lemak”ku lebih tebal sekarang dibanding kehamilan sebelumnya?

 

Kembali ke foto aku melakukan hand stand. Ini merupakan salah satu upaya aku untuk memastikan si kecil baik-baik saja. Gravitasi saat melalukan posisi hand stand akan mempengaruhi posisi bayi di dalam. Nah sesudah melakukan handstang, aku segera berbaring… eh terasa deh baby N bergerak! Dan aku melakukan ini beberapa kali karena setiap parno tidak merasakan gerakan.

 

Ohya, jangan keburu kaget ya melihat pose hand stand itu di rooftop. Nggak akan jatuh kok Ma… karena sesungguhnya ada tiang di belakang yang aku hapus, hihihi. Ini foto aslinya.

 

Eh tapi kalau ngomongin handstand, aku juga melakukannya saat hamil Delmar lho. Ini fotonya! Handstand, headstand, atau gerakan inversi lain baik kita lakukan jika bayi belum berbalik, atau sebagai upaya membalikkan bayi yang sungsang. Begitu kepala bayi sudah berbalik (biasanya di bulan ke7 atau 8) jangan lagi melakukan gerakan dimana perut/bokong lebih tinggi dari kepala, dan perbanyak gerakan berjongkok seperti sumo squat.

 

 

Bayi memiliki momen-momen dimana dia lebih aktif. Sekarang di bulan keenam, aku menyadari baby N sangat aktif di malam hari saat aku sedang beristirahat terlentang di tempat tidur, beberapa saat usai berolahraga, saat menonton film horror, dan setelah makan… terlebih kalau sebelumnya laper banget!

 

Nanti aku akan share cara memantau gerakan bayi dalam “kick chart”.

 

Sementara waktu, aku tengah menikmati perut yang semakin besar namun masih asyik diajak beraktifitas seharian!

 

Leave a Reply