Kopi dan Kehamilan

posted in: Family, Food & Adventure | 0

Salah satu mitos yang beredar adalah Mama hamil tidak boleh minum kopi. Bagi pecinta kopi seperti saya, rest assured, ini adalah mitos. Hore!

 

 

Foto oleh Tommy Siahaan untuk pameran fotografi #havingcoffeeandteawithpublicfigures.

 

Menurut The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) jumlah kafein yang aman bagi Mama hamil adalah kurang dari 200 milligrams per hari – setara dengan secangkir kopi (sekitar 12-ounce) yaitu kira-kira seperti short black coffee atau tall café latte di Starbucks.

 

Jadi Mama hamil boleh minum kopi asal dibatasi dan disesuaikan dengan diri. Maksudnya begini, Kalau sebelumnya tukang minum kopi (dulu saya bisa sampai lima cangkir sehari!) boleh lanjut minum tapi disesuaikan menjadi satu atau dua cangkir saja. Kalau dulunya doyan espresso atau kopi hitam yang keras, bisa diencerkan dengan air atau susu.

 

Kopi itu banyak khasiatnya lho, tapi ini khusus kopi hitam. Saya pernah konsultasi dengan seorang profesor ahli darah pada pukul 1 pagi (kalau dokter spesialis yang dicari, prakteknya bisa sampai dini hari!) dan saat masuk ke ruangannya, beliau tengah minum kopi! Saya tanya, “pak jam segini minum kopi nggak takut nggak bisa tidur?” Jawabnya, sudah biasa jadi tidur malam tidak terganggu.

 

“Kopi hitam itu bagus lho,” tambah beliau, “ini adalah obat anti kanker dan bagus untuk pembuluh darah! Tapi kopi hitam yang kualitas bagus ya, jangan yang instan apalagi sachetan yang sudah campur gula dan macam-macam.” Suer! Itu yang beliau katakan dan sesuai dengan banyak artikel yang pernah saya pernah baca, so I’m on the right track. Tapi lagi-lagi dalam jumlah terbatas dan disesuaikan dengan diri kita.

 

Kalau sebelumnya Mama memang tidak hobi or tidak doyan minum kopi, ya tidak perlu dipaksa. Banyak yang nggak kuat minum kopi karena membuat deg-degan. Zat yang bertanggung jawab untuk ini adalah kafein (by the way, kafein juga terkandung dalam teh, soda, minuman berenergi, coklat, dan es krim) yang bisa membuat pembuluh darah membesar dan aliran darah lebih lancar, terutama ke jantung, paru-paru, dan otak. Inilah mengapa orang yang pusing, setelah minum kopi akan merasa lebih nyaman. Dan bagi Mama hamil, janin turut mendapatkan manfaat dari aliran darah yang lancar yang membawa oksigen dan nutrisi.

 

Lalu mengapa ada Mama hamil yang dilarang minum kopi oleh dokter? Memang ada kondisi tertentu, seperti masalah infertilitas, mengalami keguguran berulang, atau melakukan program bayi tabung. Artinya, sel telur/embrio/rahim sangat sensitif terhadap berbagai rangsangan, maka sebaiknya menghindari segala kemungkinan. Bagi yang sulit hamil, kafein memang dilaporkan membuat sel telur tidak matang serta kontraksi di tuba falopi yang dibutuhkan untuk membawa sel telur ke rahim.

 

Maka to be on the safe side, ini adalah kiat dalam minum kopi:

  • Selama promil (program hamil), hindari segala bentuk kafein,
  • Saat hamil, batasi minum kopi. Setidaknya mulai dulu dengan secangkir di pagi hari, dan jangan lebih dari dua-tiga cangkir per hari,
  • Kalau tidak kuat, coba versi decaffeinated (tanpa kafein) yang tersedia di toko kopi besar seperti Starbucks,
  • Minum kopi drip atau dari mesin (yang dibuat langsung dari biji kopi yang digiling) dan bukan kopi sachet atau instan,
  • Kopi dibagi ke dua jenis yang umum: arabica dan robusta. Arabica dikenal lebih lembut di lambung karena kafein serta keasamannya tidak setinggi robusta,
  • Minumlah kopi dengan air putih yang banyak. Kopi bersifat diuretik (sering buang air kecil) namun kadang juga dapat mengakibatkan water retention. Banyak minum air putih untuk menjaga keseimbangan cairan,
  • Untuk mendapatkan manfaatnya (sekaligus menghindari kenaikan berat badan berlebih) minum kopi hitam saja tanpa gula dan susu. Kalau terlalu keras, tambahkan air panas atau susu (seperti café latte atau capucino),
  • Kalau ingin yang creamy, aku suka menggunakan krimer berbahan dasar nabati yang memiliki serat, yaitu merek FIBER CREME produksi Ellenka,
  • Jangan minum kopi terlalu sore (misal maksimum jam 3) agar tidak mengganggu waktu istirahat,
  • Demikian dengan menyusui. Batasi minum kopi seperti sedang hamil, dan perbanyak minum air putih agar Mama tidak kekurangan cairan untuk memproduksi ASI.

 

Ohya, ini 3 tempat favorit aku untuk kopi hitam:

  • Serasa Coffetaria: Jl. Cibulan Raya No.17A.
  • Ombe Kofie: Jl. Cikajang No.63.
  • Revolver Espresso: Jl. Kayu Aya Gang 51, Seminyak, Bali. Plisss, buka di Jakarta!

 

Dan akhirnya, enjoy! Bagi aku, minum kopi (terutama hot regular black coffee) adalah pengalaman yang merelaksasi sekaligus membuat semangat, mulai dari mencium aromanya, menikmati setiap seruputnya, sampai merasakan kick dari kafein.

 

Aaah, how I love coffee!

 

Foto oleh Tommy Siahaan untuk pameran fotografi #havingcoffeeandteawithpublicfigures.

Leave a Reply