Rambut Belang

posted in: Family, Fashion & Beauty | 2

Apa ciri Mama hamil selain perutnya? Jawab: rambut belang!

 

 

Yaa begitu lah nasib Mama hamil. Begitu menemukan tanda positif di test pack, gaya hidup langsung dikoreksi menjadi lebih sehat dan alami termasuk menghindari berbagai zat kimia yang terdapat dalam produk perawatan/kecantikan.

 

Dari semuanya (sabun, losion, shampo), yang paling keras kandungan kimia adalah cat pewarna rambut. Semua hal yang merubah wujud asli (merubah warna, meluruskan, membuat keriting) pasti mengandung kimia yang keras yang mampu mengubah struktur alami.

 

Cat rambut mengandung antara lain ammonia dan peroksida yang dapat masuk melalui pori-pori kulit kepala yang membesar (kulit kepala mengandung banyak pembuluh darah, dan kehamilan membuatnya melebar untuk mengakomodasi volume darah yang lebih banyak) yang akhirnya bisa mempengaruhi janin melalui darah plasenta. Selain itu, kimia tersebut berbahaya bila dihirup.

 

Demikian dengan meluruskan atau mengeriting rambut secara permanen seperti smoothing, rebonding, perming, dan digiwave. Semua tindakan yang merubah wujud asli pastinya menggunakan kimia yang keras, seperti sodium hydroxide (yang biasa ditemui dalam produk anti penyumbat saluran air), calcium hydroxide, guanidine carbonate, thioglycolic acid salts, formaldehyde, petroleum, tar batubara (yang bisa mengganggu keseimbangan hormon), dan secara keseluruhan kimia-kimia ini mengakibatkan kondisi pH kulit kepala berubah.

 

Perlu Mama ingat bahwa kondisi rambut dan kulit kepala Mama selama kehamilan bisa menjadi lebih sensitif dan tidak seperti biasanya, sehingga malah menghasilkan reaksi seperti kulit kepala melepuh, ruam, atau hasil tidak sesuai. Tekstur rambut mengalami perubahan juga, jadi bisa saja usai sesi meluruskan rambut, rambut Mama masih keriting!

 

Kalau meluruskan atau mengeriting sebaiknya dihindari ya, tapi bagi yang ngebet banget cat rambut, ada juga argumen yang menyatakan bahwa jumlah kimia sangat kecil dan toh hanya dilakukan 1-2 kali sepanjang kehamilan. Selama dilakukan setelah kehamilan melewati trimester pertama (12 minggu) dimana organ vital sudah terbentuk, dan dilakukan di ruangan yang berventilasi baik.

 

Untuk memperkecil resiko, pilihlah produk pewarna bebas amonia dan bebas Para Phenylenediamine (PPD), atau pilih yang berbahan dasar tumbuhan seperti Henna. Alternatif lain adalah melakukan highlight atau lowlight karena cat/bleach tidak menyentuh akar maupun kulit kepala dan dibungkus dengan foil sehingga aromanya tidak menyengat.

 

Kalau bisa sih ditahan saja Mama, toh setelah bayi lahir perawatan rambut bisa Mama lakukan. Sebaiknya selama kehamilan, nikmati rambut yang sedang bagus-bagusnya! Estrogen memang membuat rambut terlihat lebih sehat, berkilau, dan tebal.

 

Tapi siap-siap juga saat si kecil berusia antara 4 bulan – 1 tahun (saat main ludah) dan rambut rontok! Brrrrr. Kerontokan itu bukan karena si kecil main ludah, melainkan itu adalah momen hormon kembali normal, dan semua rambut yang selama kehamilan “ditahan” akan rontok berbarengan. *sigh*

 

Nah saat rontok masal itulah Mama baiknya potong rambut dan melakukan perawatan intensif seperti makan makanan padat mikronutrisi atau suplemen vitamin B, C, E, biotin, zat besi, zinc, dan kalsium; menggunakan medicated shampoo, scalp gel, dan hair tonic yang mengandung minoksidil; hingga melakukan injeksi kortikosteroid pada kulit kepala dengan dosis yang disesuaikan. Ini aman untuk menyusui kok.

 

So, nikmati saja rambut belang dan sehatnya! Bukankah rambut belang ala ombre atau balayage lagi hits?

2 Responses

  1. Monik

    Mba, nanya dong selama hamil perawatan muka menggunakan product apa? Dan mba hampir tiap hari siaran di insert tentu menggunakan makeup apakah makeup khusus atau gak mba?apakah aman?
    Saya lagi hamil dan bingun untuk perawatan wajah menggunakan apa. Semoga dijawab ya mba 🙂
    Terimakasih

    • mamudmaskin

      Hai Mba Monik,
      Yup betul, setiap hari aku pakai make up untuk shooting. Bukan make up khusus kok, yang biasa aku pakai. Tapi memang aku pakai make up dari brand terpercaya yang dibeli di toko proper (bukan di pasar atau online). Karena brand yang dijual secara resmi itu pasti sudah lulus BPOM. Selama kehamilan Mama tidak bermasalah (pernah mengalami keguguran berulang), tubuh masih bisa mentolerir kimia yang dianggap masih dalam ambang normal oleh BPOM. Kalau Mama khawatir, bisa menggunakan produk natural/organik. Ini bisa didapatkan di toko-toko yang menjual makanan organik. Next artikel aku sharing ya daftar kimia yang wajib dihindari dan beberapa referensi kosmetik natural/organik dan dimana mendapatkannya.

Leave a Reply