SAKIT!

posted in: Family | 2

Hadeuh. Kejadian deh sakit. Hal yang sangat dikhawatirkan Mama hamil karena tentu saja tidak bisa sembarang minum obat.

 

 

By the way, tahu kan kenapa Mama hamil itu lebih rentan terkena penyakit, seperti batuk dan pilek? Karena saat hamil, tubuh secara alamiah menurunkan antibodi atau imunitas. Tujuannya agar jangan sampai janin yang berkembang di rahim dianggap sebagai benda asing dan malah diserang oleh pertahanan alami Mama. Selain itu perubahan pada tubuh (meningkatnya hormon, bertambahnya volume darah, tekanan darah yang cenderung meningkat, dan lain-lain) membuat Mama juga lebih mudah lelah dan alhasil tidak se-fit biasanya.

 

Itulah mengapa Mama hamil tidak disarankan ke rumah sakit (selain untuk kontrol kehamilan) atau berinteraksi dengan orang sakit atau berada di lokasi yang mudah terpapar kuman, virus, dan bakteri; karena kemungkinan terjangkit penyakit lebih tinggi dibanding mereka yang tidak hamil. Apalagi pada musim pancaroba dimana “hawanya sedang tidak enak” dan semakin banyak kejadian batuk pilek.

 

Ini tengah menimpa diriku.

 

Beberapa hari belakangan memang aku kurang tidur. Bukan hanya karena Mama hamil itu gampang terbangun dan sedikit-sedikit harus ke kamar mandi, tetapi sampai sekarang pekerjaan aku masih padat dan ada tiga project yang harus dirampungkan sebelum lahiran (buku, materi kelas public speaking, dan skrip film!). Yaay, semuanya membuat aku semangat mengetik sampai tengah malam, tapi akhirnya tumbang juga.

 

Kalau sudah begini, ada dua pilihan: bila sakitnya tidak berat, Mama bisa “menunggu” hingga virus keluar dari badan dengan banyak istirahat dan meningkatkan kekebalan alamiah (baca ya tipsnya di penghujung artikel). Kalau berat, ya harus segera ke dokter dan diobati. Kasihan si kecil di perut. Kalau Mama demam, suhu di rahim 1 derajat lebih panas dari panas tubuh. Perut juga berkontraksi setiap batuk.

 

Kemarin malam aku sudah mulai merasa tidak enak badan. Benar saja, ketika bangun pagi: suara aku hilang! Padahal sore harus shooting Insert Today, mau tidak mau perlu aku obati. Sebenarnya, aku tahu banget penyakit yang tengah aku idap. Tenggorokan perih, demam, sakit kalau menelan, batuk kering… ya ini penyakit “langganan” kalau kecapekan… radang tenggorokan alias faringitis.

 

Dulu, saking terbiasanya dengan diagnosa ini (walau jarang sakitnya – paling setahun sekali kalau jadwal sedang super padat dan kurang istirahat), aku akan ke dokter umum di UGD untuk memastikan penyakitnya, kemudian minum antibiotik (karena radang tenggorokan diakibatkan oleh bakteri streptococcus, maka harus minum anitbiotik seperti amoksilin sesuai aturan dan sampai habis).

 

Kalau batuk tidak terlalu parah atau mulai merasa gejala flu, aku biasanya minum Lemsip. Ini adalah obat yang terkenal di Inggris, berbentuk racikan minuman yang dicampur ke air hangat. Kalau diminum rasanya nyaman banget berkat rasa lemon atau blackcurrant-nya. Lemsip tidak dijual di Indonesia, biasanya aku nyetok kalau lagi keluar negeri. Tapi di indikasinya ditulis tidak disarankan untuk ibu hamil selain dengan anjuran dokter. Nah setelah melakukan riset online, pada forum Mama hamil di Inggris, dikatakan efek Lemsip bisa didapatkan dengan minum parasetamol berbarengan dengan air hangat yang dicampur dengan perasan jeruk nipis dan madu.

 

Karena ini bukan produk biasa dijual di Indonesia, aku langsung whatsapp obgyn-ku dan menanyakan obat apa yang bisa aku minum. Aku jelaskan juga bahwa gejalanya cukup ringan dan lagi-lagi karena kelelahan (sambil berjanji akan beristirahat). Beliau menyarankan minum OBH biasa atau Silex, dan Panadol. Selain itu minum Ester C atau You-C 1000.

 

Karena obat-obat tersebut adalah over-the-counter, maka tergolong cukup aman asal diminum tidak lebih dari 2-3 hari.

 

Begitu mendapat acc dari obgyn, aku langsung minum OBH, makan nasi dan ayam gulai (informasi tidak penting sih, tapi aku merasa tidurku lebih nyenyak kalau perut terisi nasi, hehehe), dan beristirahat di tempat tidur sebelum waktunya berangkat shooting.

 

Begitu bangun, badan jauh lebih enak dan suara berangsur kembali.

 

 

Lalu apa yang bisa Mama lakukan agar jangan sampai sakit? Berikut beberapa tips ala #mamamudamasakini :

 

  • Banyak minum air putih.
  • Makan makanan bergizi, terlebih yang mengandung antioksidan untuk meningkatkan kekebalan tubuh, seperti alpukat, bawang putih, bayam, bit, brokoli, buah naga, ceri, jahe, jeruk, kacang almond, lemon, madu, paprika, semangka, stroberi, teh hijau, tomat, dan yoghurt.
  • Istirahat yang cukup dan berkualitas. Idealnya Mama hamil tidur 6-8 jam (lebih dari itu tubuh malah menjadi malas), tapi tahu dong kalau hamil jadi harus bolak balik bangun ke toilet. Jadi Mama harus atur agar saat tidur suasana mendukung (matikan hp, TV, gelapkan lampu, kalau perlu semprot aromaterapi seperti lavender, minum susu coklat hangat).
  • Olahraga! Yes olahraga 20 menit – 1 jam setidaknya 3x sehari akan meningkatkan imunitas Mama dan membuat tidur lebih lelap/berkualitas.
  • Gunakan masker bila berinteraksi dengan orang sakit.
  • Jaga kebersihan Mama dan orang di rumah: rajin cuci tangan dan pastikan rumah bebas dari nyamuk dan lalat.
  • Menjaga tubuh tetap hangat, misal minum teh hangat dengan perasan lemon dan madu. Yumm!
  • Berjemur! Yup, sinar matahari pagi (jam 6-9 pagi) sangat baik untuk mengaktifkan kekebalan alami tubuh.
  • Bila sakit, jangan asal diagnosa diri dan minum obat yang biasa diminum; tetap konsultasi dengan dokter dan obati penyakit hingga tuntas.
  • Jangan stress! Banyak pikiran terbukti menurunkan imunitas lho! Jadi kelilingi diri dengan energi positif ya Ma!

 

Aku sekarang sudah merasa jauh lebih enak, tapi waktu menunjukkan pukul 02.16 dan aku masih asyik ngetik! Hahaha, dasar Mama workaholic. Untunglah besok Minggu jadi bisa bangun agak siang, dan sudah membayangkan besok mau “memanjakan diri” makan mie instan hehehe. Lho, ingat poin terakhir, hamil itu harus happy-happy! Boleh dong sebulan sekali makan mie instan 😉

 

Stay healthy, Mama!

 

 

 

 

 

 

2 Responses

  1. TrianaAzra

    Duh Mba samaan banget dech, aq juga lagi hamil anak ke4 dg usia anak pertama 11thn, usia kehamilan jalan 4 bulan dan batuk2 terus (ga tau juga apa pemicunya).
    Beneran niy Mba boleh minum OBH? Karena batuk2 terus jd kurang tidur..jam 00.30 msh melek aja huhu

    • mamudmaskin

      Hi Mama. Memang bumil lebih rentan sakit, apalagi sekarang udaranya lagi ekstrim banget panasnya, membuat kita gampang dehidrasi dan lebih gampang lagi kemasukan kuman. Aku sudah tanya dokter, yang beliau sarankan OBH polos atau Sileks. Dengan catatan diminum tidak lebih dari 3 hari. Diharapkan dalam 2-3 hari batuk sudah mereda ya. Karena kalau batuk di malam hari, kita malah jadi nggak berkualitas istirahatnya. Kasihan juga baby-nya setiap kita batuk dan perut mengontraksi. Aku sekarang sudah hari ketiga sudah fit tapi masih sisa batuk sedikit-sedikit. Nah kalau sisa begini, minum teh hangat dengan lemon dan madu saja, or perasan jeruk nipis dan madu/kecap manis.
      Ohya, teman aku ada yang menyarankan mengoleskan vicks di telapak kaki dan mengenakan kaos kaki saat tidur. Konon nggak akan batuk. Aku nggak sempat mencoba karena sudah mau sembuh hehehe.
      Semoga kamu juga cepat sembuh yaaa. Dan sehat-sehat kehamilannya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *