Maternity Photo Shoot dengan Secret Garden Studio

posted in: Family | 0

Foto maternity atau kehamilan sepertinya menjadi agenda wajib bagi Mama muda masa kini. Walau sehari-hari juga mengabadikan kehamilan menggunakan smartphone dan menguploadnya di media sosial, rasanya kurang afdol kalau tidak dilakukan di studio oleh fotografer profesional.

 

Di kehamilan keempatku ini, aku diajak foto maternity dengan Secret Garden Studio, sebuah studio foto berbasis Korean Style dengan specialty dalam bidang maternity, newborn, baby, family, hingga prewedding, yang terletak di daerah Ampera, Jakarta Selatan. Lokasinya berbentuk rumah luas nan asri, sehingga seharian pun foto di sana bakal betah banget; walau begitu fotografer sudah beraksi, hasilnya cepat sekali. Tidak lebih dari 2 jam untuk 3 kali ganti look! Nah yang mengarahkan dan mengambil foto adalah Kim Jongmin, fotografer asli Korea yang ramah.

 

Sebenarnya, mereka sudah mengajak aku sejak kehamilan berusia 18 minggu. Tapi saat itu perut masih belum terlalu besar dan aku juga masih super sibuk sehingga rencana foto baru dapat direalisasikan di usia kehamilan 33 minggu. Awalnya pun aku berencana foto dengan suami dan anak-anak. Tetapi karena susahnya jadwal (dan pening sendiri membayangkan mesti men-direct 3 anak), aku memutuskan foto sendiri saja.

 

Sebelum set jadwal, aku sempat browsing di Instagram @secretgardenbaby_ dan @secretgardenbybromin. Wah, hasil fotonya cantik-cantik banget! So next step adalah memikirkan konsep foto. Natural, nuansa putih dan krem, dengan lots of natural lighting.

 

Berhubung aku multitasker sejati, pada hari itu, 30 November 2018, aku sengaja menggabungkan foto maternity dengan perayaan babyshower aku (sekalian kan sudah cantik makeup dan hairdo, hahaha).

 

Secret Garden Studio menjadwalkan 2 kali ganti baju dan mereka provide beberapa pilihan busana (aku dikirimkan fotonya agar bisa mempersiapkan aksesoris dan sepatu). Oh ya, Secret Garden Studio juga bisa provide make up artist, tetapi urusan make up dan rambut kan cocok-cocokan, jadi biasanya client membawa MUA langganan.

 

Pada hari pemotretan, aku tiba sekitar pukul 9 kurang dan langsung melakukan make up dan hairdo. Untuk hairdo, aku menggunakan jasa hair stylist langganan, yang menyulap rambutku menjadi panjang keriting mengembang dengan tambahan hair clip. Untuk make up, aku melakukan sendiri, dengan nuansa tanned (kulit kecoklatan) dan eye shadow keemasan. Kalau mau melihat produk-produk yang aku gunakan, bisa lihat di vlog aku.

 

Look pertama, aku ingin sedikit berbeda. Rambut keriting diangkat setengah ke atas dan pelintir menjadi bun kecil agar lebih edgy, sesuai dengan bajunya, yakni setelan suit bermotif tanpa dalaman agar perut terlihat (karena foto yang ini terbuka, hasil fotonya tidak aku posting yaa, cukup konsumsi pribadi hehehe – tapi ada satu yang aku share di sini yang tertutup). Dengan background hitam polos, dapat banget look yang aku inginkan.

 

Look 1.

 

Dari set gelap, kami pindah ke set selanjutnya yang ditata seperti ruang tamu yang hangat dan nyaman. Di Secret Garden Studio ada beragam set yang didesign khusus lengkap dengan banyak pilihan properti.

 

Look kedua, rambut diurai dengan belah samping agar lebih alami. Kim menyarankan aku mengenakan sweater rajut yang panjang dan mengarahkan pose-pose yang lembut, playful, dan memancarkan kebahagiaan dari seorang expecting mother yang tidak sabar bertemu dengan bayi kecil di perutnya. To set the mood, Kim memasang musik Mariah Carey dan memintaku berpose sambil memperlihatkan foto USG 4D baby N.

 

Look 2.

Rencana foto 2 look bertambah menjadi 3! Maka akupun berganti lagi mengenakan dress lace putih stretchy, rambut dibuat middle parting (belah tengah) dengan keriting yang lebih kecil dan headpiece bunga-bunga.

 

Look ketiga ini lebih anggun dan menggunakan teknik back light dimana aku berdiri dihadapan sumber cahaya dari jendela bertirai. Wah hasilnya suka banget!

 

Look 3.

 

 

And this one right here is my favorite photo! Langsung aku cetak kanvas ukuran besar!

 

 

Beberapa hari setelah pemotretan, Kim dan timnya akan mengirimkan foto tersebut dalam bentuk raw serta beberapa pilihan yang sudah diedit. Mereka juga menawarkan kalau ada pose-pose lain yang ingin diedit. Jujur saja pusing memilihnya! Banyak banget yang bagus!

 

Kalau Mama memikirkan melakukan maternity photo shoot, berikut beberapa tips agar hasilnya memuaskan:

  • Cari waktu paling tepat yaitu saat perut sudah besar, tapi Mama belum terlalu bengkak. Biasanya antara bulan ke6 hingga bulan ke8.
  • Cari studio foto dan fotografer. Buatlah appointment setidaknya satu hingga dua minggu sebelumnya untuk mendapat jam dan hari yang sesuai dengan keinginan klien. Akhir pekan lebih padat.
  • Tentukan konsep yang diinginkan. Banyak cari referensi dan sampaikan pada fotografer. Tanyakan apakah studio memiliki backrop/properti yang sesuai dengan konsep foto.
  • Sediakan waktu yang cukup. Kalau bisa kosongkan hari agar tidak terburu-buru. Waktu standar untuk satu sesi adalah dua jam preparation (make up dan rambut) dan dua jam foto. Apabila dalam slot waktu belum mendapatkan hasil yang diinginkan, dapat didiskusikan untuk melakukan re-shoot di hari lain.
  • Mama harus dalam kondisi sehat, kenyang dan cukup istirahat. Apabila sedang flu, misalnya, segera telpon untuk mengatur hari lain untuk pemotretan.
  • Siapkan wardrobe beserta perlengkapan/aksesoris. Bawa beberapa back up. Jangan lupa juga membawa basic pieces seperti kemben warna kulit/hitam, leggings, celana hamil yang nyaman, kemeja putih longgar, dan lain-lain.
  • Siapkan make up dan hairdo sesuai konsep. Sayang dong kalau sudah effort all out tapi make up dan rambut tidak on point. Kalau punya MUA dan hairstylist langganan, bookinglah mereka setidaknya seminggu sebelumnya. Ingat ya, kalau pemotretan di akhir pekan, biasanya itu waktu sibuk bagi mereka, jadi Mama harus punya alternatif lain.
  • Bawa baby oil atau body butter untuk diusapkan pada tungkai dan lengan agar terlihat sehat mengkilap dan lebih langsing. Kalau Mama foto dengan menampakkan perut, jangan lupa dioleskan juga.
  • Bawa properti sendiri seperti hasil USG atau hal-hal lain yang dekat dengan kehamilan Mama.
  • Ada yang ingin melibatkan suami atau anak-anak yang lain. Untuk ini harus ekstra sabar dan meluangkan waktu lebih banyak yaa. Pikirkan konsepnya secara lebih matang dan siapkan busana warna senada agar tidak banyak perubahan terjadi saat pemotretan. Pilih waktu dimana anak-anak sedang segar (bukan jam tidur siang) dan bawa beberapa “sogokan” seperti coklat atau mainan agar mereka lebih kooperatif.
  • Begitu selesai foto, tanyakan kapan bisa memilih. Ada yang memperbolehkan saat itu juga Mama membuat beberapa pilihan, ada yang mengirimkan dalam bentuk email/USB/CD beberapa hari kemudian. Mama bisa memilih beberapa foto sesuai paket yang diambil, dan foto tersebut akan diedit.
  • Jangan sungkan edit. Tapi jangan juga mem-photoshop foto sedemikian lebay-nya sehingga Mama tampak seperti supermodel dengan perut tempelan. Cukup hal-hal kecil yang menjadi problema tipikan Mama hamil, seperti ketiak dan leher yang gelap agar diratakan warnanya.
  • Begitu foto final sudah diedit, segera cetak! Inilah kebiasaan kaum milenials… banyak-banyak foto, tapi beberapa waktu kemudian lupa atau hilang. Agar kenangan ini abadi, selain dicetak juga bisa (wajib) diposting di media sosial (this is the reason why I made a blog and vlog), dan disimpan dalam usb terpisah.
  • Siapkan caption foto dengan quote yang memancarkan kebahagiaan hakiki seorang Mama yang menantikan kehadiran buah hati dan menikmati setiap momen kehamilan. Aaaahhh…

 

Thank you once again Kim and tim Secret Garden Studio! Semua ini akan menjadi memori indah. Saat baby N sudah besar, ia akan melihat betapa bahagia dan tidak sabar Mama ingin bertemu dengannya.

 

Untuk informasi lebih lanjut dapat mengubungi admin Secret Garden Studio di 08567442321.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *