Make Up dan Skin Care Mama Hamil

posted in: Family, Fashion & Beauty | 2

Setelah lama absen menulis blog (heran deh, giliran cuti kerjaan, bukannya makin banyak waktu kosong yang bisa dimanfaatkan, malah makin padat kesana kesini menanti kelahiran), akhirnya karena tadi malam tidak bisa tidur akibat kontraksi (don’t worry, masih ireguler) jadi kesampaian upload video tentang tutorial make up dan produk skin care yang aman untuk Mama hamil. Bisa Mama tonton di YouTube yaa, search Nadia Mulya or klik https://youtu.be/UG91itMX6mk

 

Supaya lebih jelas, aku jabarkan di blog juga. Selamat membaca!

 

 

 

Kondisi Kulit Mama Hamil

 

Mama pasti tahu dong (dan merasakan) saat hamil, kulit berubah. Ada yang perubahannya tidak drastis, seperti aku yang sprutennya makin kelihatan; ada juga yang mengalami gangguan yang menjengkelkan, seperti melasma (topeng kehamilan yang membuat sekitar pelipis menggelap), area tertentu seperti leher menggelap dan tampak dekil, tumbuh daging-daging kecil terutama sekitar leher, tumbuh bulu di sekujur tubuh (dan wajah juga!), serba sensitif dan gatal, mendadak kulit jadi ladang minyak dan berjerawat, atau kering ekstrim dan bersisik. Ada-ada saja ya. Ya memang kulit sangat terpengaruh dengan hormon. Dan saat hamil, hormon kewanitaan melonjak tinggi dan memiliki reaksi berbeda pada setiap Mama.

 

The good news is, ini tidak permanen. The bad news is, ya harus ditahan-tahan hingga lahiran. Biasanya habis lahiran, tidak lama akan berangsur normal seiring kembalinya hormon ke kadar semula.

 

Makanya, sepanjang kehamilan, Mama perlu merawat kulit agar kondisi tidak menjadi parah dan malah membekas permanen. Salah satunya adalah memperhatikan penggunaan produk perawatan kecantikan serta kosmetik. Yang dulu cocok bisa saja bereaksi berbeda karena kondisi kulit kehamilan.

 

 

Skin Care Mama Hamil

 

Tema skin care Mama hamil adalah: back to basic. Lupakan semua krim pagi, krim malam, krim pemutih, obat dokter… sebaiknya Mama lungsurkan itu semua dan switch dengan perawatan yang fungsi utamanya melembabkan. Tapi yang tidak kalah penting adalah sun block (tabir surya) yang melindungi kulit terhadap UVA dan UVB. Sinar UV pada matahari dapat memperparah kondisi kulit Mama hamil.

 

Salah satu ciri utama untuk mengetahui apakah produk perawatan masih aman adalah melihat fungsinya. Kalau menjanjikan hasil yang instan, seperti kulit putih dan noda/kerutan hilang, sebaiknya dihindari. Merubah karakter kulit berarti menggunakan kimia yang keras yang bisa berbahaya bagi Mama dan si Kecil.

 

Mama juga boleh tetap melakukan facial, namun cukup sebulan sekali untuk mengangkat kulit mati dan memberi kesempatan sel kulit beregenerasi. Pilih facial yang paling basic yang tidak menggunakan alat, gelombang, ataupun pencet jerawat. Cukup bersihkan, eksfoliasi (tanpa menggunakan kimia), dan lembabkan (dengan masker). Pastikan lagi kepada terapis bahwa Mama hamil dan bahan yang digunakan harus yang aman.

 

 

Make Up Mama Hamil

 

Sama halnya dengan perawatan kulit, kosmetika yang dulunya cocok bisa saja mendadak membuat alergi. Jadi amati reaksi kulit saat menggunakannya.

 

Mama juga jangan jadi anti make up, karena banyak mitos tidak benar yang beredar. Boleh kok Mama hamil dandan. Hanya saja, selain memperhatikan kandungannya (baca di list bawah) perhatikan juga kondisi kulit Mama. Kalau mendadak menjadi berminyak dan mudah berjerawat, hindari foundation dan make up yang berbentuk cream atau stick. Cukup bubuhkan bedak tabur untuk menyerap minyak di wajah.

 

Sebelum menggunakan make up, pastikan Mama membersihkan muka, memberi toner (agar kulit segar dan pori-pori mengecil), memberi pelembab, tabir surya (kalau beraktifitas diluar ruangan), dan make up base agar make up menempel dengan sempurna (tidak ada efek “cracking” terutama di daerah seperti smile line dan kelopak mata).

 

Kalau Mama tidak ada masalah dan suka bereksperimen dengan berbagai brand dan harga/kualitas make up (yang aman), go ahead. Tapi sebaiknya Mama merogoh kocek lebih dalam untuk urusan pelembab, tabir surya, dan make up base. Karena ini menjadi “tameng” pertama kulit sebelum ditumpuk aneka make up.

 

Setelah base yang bagus, Mama bisa mengikuti tutorial seperti yang aku tunjukkan di YouTube. Tapi kalau waktu Mama terbatas, dua hal yang bisa langsung membuat wajah lebih “hidup” adalah mata dan bibir.

 

Untuk mata, selalu luangkan waktu untuk merapikan alis, karena alis yang rapih benar-benar menentukan penampilan. Selain itu, jepit bulu mata dan bubuhkan mascara karena itu akan membuat mata lebih terbuka.

 

Untuk bibir, kehamilan bisa membuatnya cenderung kering dan mengelupas. Selalu sedia lipbalm dan sekali waktu saat menggosok gigi, gosok juga bibir dengan lembut agar lapisan kulit matinya terangkat. Kalau bibir sudah lembab dan kenyal, Mama bisa memberikan lip gloss warna merah. Hindari pemakaian lipmatte kalau memang bibir terlampau kering.

 

Jadi tidak ada alasan untuk tampil kucel ya Ma. 5-10 menit merapihkan penampilan, dan Mama akan terlihat lebih segar sehingga akan merasa lebih percaya diri saat bertemu orang. Yang penting, usai make up (apalagi make up tebal seperti aku setiap habis shooting), langsung bersihkan. Bawa juga alat make up sendiri dan rajin bersihkan kuas/spons dengan sabun bayi atau sabun mandi/shampoo Mama setidaknya sebulan sekali.

 

Berikut adalah daftar kandungan kimia yang sebaiknya dihindari:

–       Merkuri (Hg)

–       Hidrokinon

–       Retinoid, Tazorac dan Accutane

–       Resorsinol

–       Asam Salisilat atau BHA (beta-hydroxy acid)

–       Benzoil Peroxide

–       Aluminum chloride hexahydrate

–       Tetracycline

–       Diethylene Glycol (DEG)

–       Benzophenone-3atau Oxybenzone

–       Formalin

–       Toluene

–       Phthalate

–       Paraben

–       Dihydroxyacetone (DHA)

–       Diethanolamine (DEA)

–       Thioglycolic acid

–       Ammonia

–       Bahan Pewarna Sintetis seperti Merah K.3 (CI 15585), Merah K.10 (Rhodamin B), dan Jingga K.1 (CI 12075).

 

 

Tips lain untuk memilih produk perawatan dan make up untuk Mama hamil:

  • Jeli baca kandungan. Sekarang Mama sudah punya panduan mengenai kimia apa saja yang sebaiknya dihindari. Sebagai konsumen, Mama berhak kritis kepada penjual dan menanyakan apakah produk tersebut aman untuk Mama hamil/menyusui.
  • Pastikan ada BPOM. Untuk produk internasional, harus ada sertifikasi dari negara asalnya seperti FDA.
  • Perhatikan tanggal kadaluwarsa dan kemasannya. Seharusnya begitu dibeli, kemasan belum terbuka dan kedap udara. Bila Mama buka dan baunya janggal, hati-hati. Bisa saja rusak dalam proses penyimpanan atau pengiriman.
  • Beli di counter resmi di toko terpercaya. Kalau sembarang beli online, dikhawatirkan plasu atau isi oplosan pada kemasan asli. Makanya setiap membuang kemasan yang sudah habis, dirusak atau dihancurkan dulu agar pemulung tidak lantas memungutnya dan masuk ke alur kosmetika ilegal.
  • Bila masih ragu atau mengalami kondisi kulit yang membutuhkan penanganan, segera konsultasi dengan dokter spesialis kulit kelamin dan cross check dengan dokter kandungan.

 

Semoga artikel ini menjawab berbagai pertanyaan Mama seputar kecantikan yaa. Kalau masih ada pertanyaan, silakan DM atau tulis di kolom komentar.

 

Ohya, dan doakan agar aku lahiran dalam waktu dekat yaaa. Saat ini sudah melampaui HPL dan aku masih ingin mengupayakan persalinan normal. Amin.

 

See you at the next article!

2 Responses

  1. yunita

    aamiin… semoga lancar utk persalinannya ya mba
    kalau utk penggunaan deodorant gimana ya mba? kadang nama kandungan zat kimia di label kemasan suka samar² gt. kebetulan pas uk 6w aku sdh stop ga pakai deodorant, cm ya gt klo cuaca lg panas jd keringet ga nyaman jg 😂

    • mamudmaskin

      Thank you! Ini masih menungguuu… baby N masih betah 🙂
      Kandungan untuk deodoran yang perlu diwaspadai adalah Aluminum chloride hexahydrate. Ini masuk kategori C menurut FDA (BPOM-nya Amerika) yang artinya SEBAIKNYA DIHINDARI karena tidak pernah dilakukan penelitian langsung pada manusia, tapi dikhawatirkan MUNGKIN ada dampaknya.
      Aku pribadi masih pakai karena nggak nyaman banget kalau keringatan, apalagi kalau hamil jadi lebih gemuk & makin tidak nyaman kalau lengan-ketiak bergesekan.
      Jadi coba cari deodoran tanpa kandungan itu, atau merek Kiehls atau Sebamed yang lebih alami & bahkan aman digunakan untuk ABG. Atau kembali ke jaman dulu dan pakai tawas.
      Semoga terjawab yaaa. Lancar-lancar ya kehamilannya.

Leave a Reply