Nilouh’s Birth Photography

posted in: Family | 0

Maternity Photography? Biasa… Newborn Photography? Lumrah… Yang lagi hits adalah Birth Photography.

 

Dokumentasi persalinan yang diedit begitu ciamik dalam durasi 1 menit sehingga bisa tayang di Instagram, dijamin membuat siapapun mewek terbuai emosi menyaksikannya. Tren ini marak 1-2 tahun belakangan. Padahal 12 tahun yang lalu saat melahirkan Nadine, boro-boro ada video cantik. Hanya kamera dengan roll film yang harus di-afdruuk alias cuci cetak, menampilkan si Mama dengan wajah polos (baca: bengkak) minus sulam alis dan eyelash extension (dan tentu minus aplikasi filter).

 

Zaman melahirkan Delmar pun—dua setengah tahun yang lalu—jasa ini belum ada. Beruntunglah aku melahirkan Nilouh di masa Birth Photography sudah semakin diterima.

 

Tren yang tengah digandrungi pasangan muda milenials sebenarnya sudah mulai ramai sejak berdirinya International Association of Professional Birth Photographers (IAPBP) yang berpusat di Texas, Amerika Serikat, pada tahun 2010. Semakin banyak juga fotografer internasional yang mendedikasikan jasanya pada dokumentasi lahiran. Tengok saja website www.birthbecomesher.com. Sementara di tanah air, justru gerakan ini sudah ada sejak lebih awal, tepatnya tahun 2000an awal dengan Baby Born Face Video Clip milik Vivit Arifin, namun sayang sudah berakhir sejak tiga tahun lalu dengan alasan sulitnya mendapatkan crew perempuan.

 

Saat Baby Born Video Clip berkibar, mungkin masih banyak yang risih didokumentasikan momen yang sangat sensitif ini atau tidak diizinkan oleh keluarga; beda dengan zaman now dimana nama-nama seperti bukaan moment, dia birthphoto, minutes old, misskamilah, kala bersalin, hingga beberapa nama jasa fotografi lainnya yang muncul di Instagram saat mencari #birthphptographyjakarta (bahkan sudah bermunculan di beberapa kota di Indonesia).

 

Di antara semuanya, yang selalu memikat hatiku adalah bukaan moment.

 

Menurutku, bukaan moment benar-benar bisa capture momen paling emosional dan personal, dan mengemasnya secara apik dengan alunan musik yang menghanyutkan. Sekali waktu didengarkan suara seperti desahan Mama dan tangis bayi. Like a work of art. Sedemikian menyentuh, sampai tidak perlu kata-kata. Yang membuat Mama hamil–seperti aku saat itu–tidak sabar ingin merasakan keajaiban melahirkan.

 

Foto dan video melahirkan menjadi penyemangat buat aku. Sepanjang kehamilan aku kerap stalking akun-akun ini dan mewek sendiri. Tidak hanya akun lokal, ada banyak akun bule yang menampilkan persalinan secara lebih grafis. Aku kebetulan “kuat” dan takjub melihatnya (suami sih langsung ngomel kalau aku maksa dia lihat video proses crowning dan keluarnya bayi secara eksplisit) seperti @empoweredbirthproject. Kalau kamu tipe yang nggak kuat lihat darah, please jangan buka. Kalau kamu tipe yang curious, akan semakin takjub dengan keajaiban melahirkan.

 

Anyway, back to bukaan moment. Aku beruntung di-handle langsung oleh mbak Puput, pendiri bukaan moment. Perkenalan dengannya dimulai dengan whatsapp chat dari nomor di bio Instagramnya pada akhir November 2018. Aku mengupdate perkembangan kehamilan (dan HPL yang molor terus) dan mba Puput dengan sabar memberi semangat dan mengingatkan untuk memberi afirmasi ke adik bayi.

 

Akhirnya bisa bertemu langsung dengannya pada tanggal 12 Januari 2019 pada pukul 7.30 malam saat aku sudah memasuki bukaan 7, sekitar 1 jam setelah aku mengabarkan bahwa sudah berada di rumah sakit.

 

Begitu tiba, ia langsung mendokumentasikan suasana yang masih santai dan penuh canda tawa antara kontraksi, yang dengan cepat menjadi semakin intens, hingga lahirlah Nilouh pukul 9.15 malam.

 

Puput bermanuver di ruang persalinan yang dipenuhi suamiku, ibu, ibu mertu, dr. Diana, dan tiga orang bidan, dengan senyap, tanpa mengganggu proses yang tengah berlangsung. Sampai-sampai dr. Diana tidak menyadari ada yang tengah mendokumentasikan (tapi aku tentunya sudah izin dengan pihak rumah sakit, dokter, dan tim bidan). Dan keesokan harinya, ia sudah mengirimkan beberapa foto yang membuatku kembali terkenang ke momen penuh keajaiban itu.

 

She is truly a star.

 

Puput mendirikan bukaan moment setelah ia mendapatkan kesempatan mendokumentasikan lahiran temannya di April 2017. Kebetulan dokternya sangat welcome dan bahkan menyuruh Puput benar-benar melihat prosesnya biar berani.

 

Sekarang, memasuki tahun kedua, permintaan semakin membludak. Dulu ketika masih handle semua sendiri, Puput hanya berani terima maksimal 5 permintaan per bulan dengan pertimbangan memberi waktu standby seminggu per HPL. Sekarang, Puput sudah memiliki tim dengan 5 orang, perempuan semua. Yang ia sukai dari usahanya ini adalah benar-benar memberdayakan perempuan dari berbagai latar; ada yang masih kuliah, single, dan ibu rumah tangga.

 

Tantangan terbesar tentunya adalah momen persalinan yang tidak tentu dan siaga jam berapapun layaknya dokter Obgyn. “birth photography ini jodoh-jodohan banget, karena tidak ada yang tahu bayi mau lahir kapan (untuk lahiran normal), jam berapa, dan butuh proses waktu berapa lama,” jelas Puput. Ia kilas balik pada momen dimana seorang ibu baru saja memberitahu bahwa ia menuju rumah sakit. Puput belum sempat sampai, sejam kemudian suaminya mengabarkan bayi sudah lahir. Ada juga cerita lain dimana Puput menunggu 24 jam karena posisi bayi masih posterior!

 

Apapun ceritanya, Puput mengaku setiap persalinan adalah berkat, yang memberi pelajaran kepada dirinya dan siapapun yang melihat karyanya mengenai indahnya momen seorang bayi memulai hidupnya dan indahnya kehidupan. Dan ini tercermin dari caption yang membingkai setiap postingan bukaan moment yang sangat tulus dan menyentuh.

 

Kalau mau lihat koleksi foto lahiranku, bisa mengintip artikel mamudmaskin sebelumnya, “Welcome Nilouh Alessandra”.

 

Tertarik mau mengabadikan lahiran kamu dengan birth photographer? I say go for it. Akan menjadi kenangan berharga dan tidak terlupakan. Bagiku, setiap melihat video lahiran Nilouh, aku serasa kembali ke momen itu dan mengulang rasa pencapaian tertinggi sebagai seorang wanita. Seperti yang aku tulis di caption postingan di Instagram: setiap membutuhkan suntikan semangat, aku akan kembali ke momen itu. The pure bliss of birth, where I caught a glimpse of heaven.

 

 

Tips untuk birth photo idaman

Hmm… lagi melahirkan boro-boro mikirin ekspresi cantik. Tenang saja, itu tugas sang fotografer untuk mencari momen terbaik.

Yang perlu Mama lakukan adalah hal-hal berikut, agar sesi birth photography selancar persalinan (amin).

  • Booking birth photographer yang kamu inginkan setidaknya sebulan dari HPL. Lebih lama sebelumnya, lebih baik, karena setiap birth photographer pasti memiliki limit maksimal klien yang mereka layani dalam sebulan.
  • Pada saat bersamaan, minta izin pada pihak rumah sakit dan dokter/bidan. Tidak semua bersedia. Kalaupun iya, ada beberapa batasan. Seperti jumlah maksimal orang di ruangan serta apa saja yang boleh dan tidak boleh di-shoot.
  • Banyak dokter yang belum tahu mengenai birth photography dan khawatir akan mengganggu atau membuat beliau tidak nyaman. Bisa saja dokter beranggapan bahwa video tersebut dapat mengundang penilaian terhadap caranya bekerja, padahal kenyataannya adegan dokter nyaris tidak ada, karena fokusnya lebih pada ekspresi Mama dan Papa. Untuk meyakinkan beliau, Mama harus menjelaskan konsepnya sekaligus menunjukkan beberapa sampel video.
  • Informasikan dan briefing juga suami, ibu, ibu mertua, atau siapapun yang akan ada di ruang persalinan saat itu.
  • Fotografer/videografer yang bertugas dipastikan adalah perempuan dan bekerja seorang diri. Ia akan mengambil posisi dimana tidak akan mengganggu.
  • Update kondisi Mama dengan sang fotografer. Biasanya ia akan datang saat sudah bukaan lima ke atas.
  • Diskusikan dengan fotografer/videografer apa yang Mama harapkan. Mungkin dengan referensi foto/video lain. Misal momen saat keluarga masuk ke ruangan dan menyambut si kecil, sedang relaksasi didampingi doula, dan seterusnya.
  • Informasikan juga props dan suasana yang ingin diabadikan. Misal birth ball, kain jarik untuk Teknik rebozo (shake the apple tree – ini adalah metode hypnobirthing untuk mengurangi rasa sakit), lilin, aromaterapi, suasana redup, berendam di bak mandi (water birth), atau seperti aku yang berusaha mengalihkan rasa sakit dengan bermain Candy Crush! Semua ini akan membuat momen tersebut terasa lebih personal.
  • Fotografer/videografer memiliki materi yang banyak. Proses selanjutnya adalah editing. Berilah panduan hasil akhir apa yang Mama inginkan, misal untuk foto ingin warna/filter tertentu, atau untuk video request memperbanyak momen tertawa atau justru fokus pada beratnya perjuangan melahirkan. Nanti akan dikirim draft video yang bisa diberi catatan lagi, agar Mama mendapatkan hasil akhir video sesuai yang diidamkan.
  • Sebelum gelombang cinta datang, tidak ada salahnya merapikan tampilan. Kebanyakan Mama zaman now sudah “siap tempur” dengan blow rambut sebelumnya (walau nanti bakal berpeluh keringat dan awut-awutan juga) dan bulu mata sambung. Kalau tidak, setidaknya pulaskan sedikit blush on (better pakai yang cream jadi tidak akan luntur saat berkeringat), rapihkan alis, jepit bulu mata dan aplikasikan mascara waterproof, dan pakai lipstick. Siapkan juga lipbalm karena kalau “pertempuran” panjang, bibir cenderung kering dan pecah-pecah. (FYI, makeup aku saat lahiran: Cle de Peau teint fluide eclat no. 030 yang diaplikasikan sangat tipis, cream blush tint Giorgio Armani warna merah (sayang sekali sudah discontinued, hiks, tapi cream blush on Jafra juga bagus), pensil alis Viva coklat tua, lipbalm Kiehls, dan lipstick Charlotte Tilbury warna Secret Salma. Aplikasikan tipis-tipis saja yaa, karena dokter perlu tahu warna kulit (dan kuku) alami karena kalau sampai berubah menjadi pucat atau kebiruan, pertanda Mama mengalami masalah).
  • Foto dan video adalah hak Mama. Jika Mama want to keep it private, beritahukan kepada fotografer/videografer agar tidak posting di akun media sosialnya (walau pasti akan minta izin Mama terlebih dahulu sebelum melakukannya).

 

Berikut syarat dan informasi untuk menggunakan jasa bukaan moment:

  • Untuk persalinan normal, mulai didokumentasikan dari bukaan 5 ke atas.
  • Mendokumentasikan bukaan lengkap dan saat bayi mau lahir. Apabila tidak diizinkan oleh dokter atau RS untuk pengambilan momen tersebut, maka fotografer berada di sebelah Mama atau menunggu diluar.
  • Mendokumentasikan saat bayi sudah lahir (proses IMD apabila memungkinkan ada.
  • Mama akan mendapatkan sekitar 40 foto yang sudah diedit, video cuplikan 1 menit, video 1-3 menit tergantung momen persalinan, botol Waktu berisi flashdisk file foto dan video.

 

 

Selain jasa fotografi lahiran, bukaan moment juga menambahkan jasa “Just Born” dimana bayi difoto beberapa hari setelah lahir. Kalau pas habis lahiran, bayi masih sembab dan perlu diobservasi dulu. Sehari dua hari setelahnya, bayi sudah lebih settle dan Mama pun sudah fresh (sempat panggil tukang blow rambut dulu hohoho).

 

 

Dan inilah beberapa foto Just Born dari bukaan moment.

 

Untuk price list, informasi, dan booking jasa bukaan moment, kontak 085813139366.

Leave a Reply