Bingung Puting

posted in: Family | 2

Happy 2 months Nilouh! Putriku makin montok badannya hingga beberapa baju newborn sudah tidak muat. Ini adalah pertanda bahwa ASI yang ia dapatkan cukup walau aku sudah mulai mengurangi karbohidrat dan sudah kembali full bekerja.

 

Kalau bekerja, aku memang biasa membawa Nilouh dan Mas Delmar ke lokasi—beruntunglah lokasi shootingnya nyaman untuk membawa anak—tetapi ada kalanya harus menitip Nilouh pada Mima/suami/ibu saat bekerja cukup lama. Kalau menitip, aku siapkan ASI perah yang diberikan dengan botol. Makanya aku sendiri juga test drive memberikan Nilouh ASIP dalam botol. Yaay ternyata ia menghabiskan 120 ml dengan lahap sekali minum! Pheww, jadi tenang deh ninggalin dia.

 

Tapi tidak semua bayi langsung cocok lho dengan botol. Ada yang lebih cocok bila ASIP diberikan melalui sendok, pipet, atau gelas kecil.

 

Kekhawatiran lain dari memberikan si Kecil botol (bottle-feeding) adalah mengalami bingung puting.

 

Apa sih bingung puting?

 

Bingung puting atau nipple confusion adalah saat si Kecil memiliki kesulitan atau menolak menyusui secara langsung (direct breastfeeding). Tidak berarti secara harafiah bayi kesulitan membedakan antara dot dan puting. Menurut pakar laktasi dr. Jack Newman, FRCPC, bayi bukan “bingung”. Bayi tahu kok apa yang diinginkan. Kalau minum dari botol bayi nggak usah “usaha” (susu keluar dengan mudah) sementara kalau direct breastfeeding, seluruh mulut bayi harus “bekerja” untuk memompa ASI. Bayangkan, saat mengisap payudara, bayi harus menggerakkan sekitar 40 otot wajahnya! Jadi bayi memilih yang lebih mudah atau yang disukainya. Pintar ya, hehehe. Dari kecil sudah mengerti makna efisiensi.

 

Menurut La Leche League International, bingung puting tidak selalu ditandai dengan penolakan payudara. Bayi bisa saja tetap menempelkan mulut pada payudara, tapi tidak menghisap secara optimal. Akibatnya, produksi ASI menurun. Apalagi kalau Mama memiliki kondisi seperti puting terbenam, mastitis, atau kondisi lain yang menghambat bayi menyusu.

 

Tetap semangat, perbaiki posisi, dan sedapat mungkin perbanyak porsi menyusui langsung agar lebih banyak dari menyusui dengan botol. Misal bagi Mama karir, tetap susui di malam hari saat pulang kantor, dan ban the bottle saat weekend. Kenyamanan kontak kulit dengan Mama akan membuat si Kecil kembali menginginkan pengalaman menyusui langsung.

 

Berikut beberapa tips lain agar si Kecil tidak bingung puting dan produksi ASI tetap lancar.

 

Agar tidak bingung puting:

  • Saat baru melahirkan, lakukan IMD, rooming in, nursing on demand, dan semua upaya untuk melancarkan proses menyusui.
  • Jangan terlalu dini mengenalkan dot/empeng pada si Kecil. Disarankan setelah setidaknya 4-6 minggu.
  • Perbanyak kontak kulit dan interaksi dengan si Kecil untuk meningkatkan bonding. Bahkan ketika terlanjur mengalami bingung puting, lakukan ini agar bayi mau “belajar” menyusu kembali.
  • Pastikan posisi latch on sudah benar. Dimulai dengan bayi membuka mulut lebar dan arahkan kepala bayi menuju puting (bukan sebaliknya) hingga puting masuk semua dan aerola nyaris tidak terlihat. Perhatikan pipi bayi mengisi penuh (tidak ada kempot) dengan gerakan ritmik.
  • Pijat payudara agar aliran ASI lancar. Saat bayi sudah latch on, pijat pangkal payudara agar ASI mengalir lebih deras.
  • Susui saat si Kecil lapar, sehingga akan lebih “usaha” mengisap payudara.
  • Terus susui bayi. Ibarat pepatah, bisa karena biasa! Dan Mama harus dalam kondisi rileks saat menyusui. Sambil nonton infotainment atau menyemil coklat!
  • Pilih botol/dot yang menyerupai mekanisme menyusu langsung.
  • Jika terlanjur menolak total direct breastfeeding, maka harus dilakukan relaktasi dengan bantuan konselor laktasi.

 

Kalau bayi masih menolak direct breastfeeding walau Mama sudah lakukan segala cara, jangan lantas menyerah dan memutuskan menghentikan pemberian ASI. Mama masih bisa tetap memberikan ASIP melalui botol. Ada banyak Mamud yang aku kenal, karena satu dan lain hal, memilih menyusui anak sepenuhnya melalui botol. Sah-sah saja kok. Yang penting si Kecil tetap mendapatkan hak-nya atas ASI yang adalah awal terbaik untuk kehidupannya.

 

 

FAQs (Frequently Asked Questions):

 

Lebih baik memberikan ASIP menggunakan sendok atau botol?

Kembali kepada Mama dan si Kecil. Kalau si Kecil tidak ada tanda-tanda bingung puting bila ASIP diberikan melalui botol, maka gunakan botol. Tetapi bila menunjukkan tanda-tanda, coba gunakan sendok, pipet, ataupun cup feeder/gelas yang konon menurut beberapa Mama, walau lebih repot, bisa membuat anaknya kembali direct breastfeeding dengan lahap.

Ini dikarenakan bedanya mekanisme “menyusu langsung” dengan “botol” dengan “sendok/pipet/cup feeder/gelas.”

Bila menggunakan dot, bayi meletakkan lidah di depan dot untuk menghentikan aliran saat sedang menelan. Sementara bila menyusu langsung, bayi meletakkan lidah di bawah puting dan membentuk rongga vakum. Selain itu, kalau menyusu langsung, area puting dan areola dimasukkan sebanyak mungkin untuk dipompa; beda dengan dot yang hanya masuk ujungnya saja.

Sementara sendok, pipet, ataupun cup feeder/gelas beda total mekanismenya, sehingga sifatnya hanya alternatif sementara dan si Kecil akan menginginkan disusui secara langsung karena lebih nyaman.

 

Merek mana yang lebih baik?

Ini kembali kepada “selera” masing-masing anak. Di pasaran ada banyak merek dengan spesifikasi berbeda. Ada yang memiliki sistem aliran cairan dan udara yang sedemikian rupa sehingga bayi tidak mengalami kolik, ada yang memiliki mekanisme “controlled flow” sehingga ASIP mengalir secara perlahan sesuai irama bayi, dan banyak lagi. Silakan Mama coba sampai menemukan yang paling cocok. Tapi harus memenuhi persyaratan yang paling basic seperti BPA free.

 

Apakah penggunaan empeng akan semakin membuat bingung puting?

Bisa jadi. Karena mekanisme dot dengan empeng sama. Apalagi empeng sifatnya menenangkan, sehingga bisa-bisa setiap bayi merasa tidak nyaman akan meminta empeng. Dan penggunaan empeng berlebih bisa mempengaruhi bentuk rahang dan gigi.

 

Apakah bottle-feeding dapat mengurangi produksi ASI?

Tergantung; secara teori, hisapan langsung oleh bayi lebih efektif dalam merangsang produksi ASI sehingga dikhawatirkan bottle-feeding dapat menyebabkan ASI berkurang. Namun kenyataannya banyak Mama (terutama Mama yang bekerja kantoran) tetap aman produksi ASInya walau lebih banyak memompa dibanding menyusu langsung.

 

2 Responses

  1. Hajeng

    Pagi kak, nilouh pake botol apa y ksk, krn dipasaran byk sekali botol mirip nipple. Jd bingung pemilihan.

    • mamudmaskin

      Memang harus dicoba satu-satu. Setiap anak punya preferensi sendiri. Kalau Nilouh selama ini cocok pakai botol dan dot Spectra (aku dapat 1 paket dengan breastpump) dan Dr. Brown’s.

Leave a Reply