Membuat Paspor Anak

posted in: Family | 2

Liburan keluarga—apalagi dengan anggota terbaru—tentu adalah hal yang sangat dinantikan, setuju? Semenjak hamil Mama suka cuci mata setiap ada travel fair dan berkhayal mau mengajak si Kecil ke mana.

 

Namun sebelum semua itu bisa dinikmati, harus membuat paspor si Kecil terlebih dahulu.

 

 

Sebelumnya, Mama perlu tahu nomor Whatsapp Gateway Service (WAGS) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan untuk informasi seputar Paspor RI: 081381710123

Catat juga akun media sosial:

www.imigrasi.co.id

facebook: Dijen Imigrasi

Instagram: @ditjen_imigrasi

Twitter: @ditjen_imigrasi

 

 

Nilouh baru saja membuatnya, dan prosesnya simple banget! Nih, aku sharing ya langkah-langkahnya.

 

  1. Membuat akte lahir dan kartu keluarga.

Kadang ini nih yang suka membuat Mama kelabakan saat harus mengurus paspor. Terbuai keseruan kehadiran bayi kecil, eh lupa ngurus akte. Padahal ada batas waktunya lho. Kalau sampai lewat dari 60 hari, maka harus menyertakan surat pernyataan seperti yang dibawah. Makanya, sebelum pulang dari rumah sakit, tanyakan SKL (surat keterangan lahir). Begitu SKL sudah keluar, langsung urus Akte Lahir dan Kartu Keluarga di Kelurahan. Ini tidak memakan biaya dan waktu pengurusannya sekitar 1 minggu.

 

 

  1. Pastikan semua dokumen lengkap:

Persyaratan pemohon paspor anak (dibawah 17 tahun):

  • Akte Lahir (asli + fotokopi)
  • Surat Baptis bila ada (asli + fotokopi)
  • Kartu Keluarga (asli + fotokopi)
  • e-KTP kedua orangtua (asli + fotokopi) (Jika belum memiliki e-KTP bisa digantikan dengan surat keterangan dari Disdukcapil setempat)
  • Buku/Akte Nikah orangtua (asli + fotokopi satu saja)
  • Paspor kedua orang tua (asli + fotokopi)
  • Surat pernyataan tertulis dengan tanda tangan kedua orang tua diatas materai. Tinggal ketik dan print sendiri. Isinya lebih kurang seperti ini:

Perihal: Permohonan Bantuan Pembuatan Paspor RI

 

Kepada Yth;

Kepala Kantor Imigrasi

Kelas I Khusus Non TPI — (masukkan lokasi Kanim) —

 

Dengan hormat,

Kami yang bertanda tangan dibawah ini:

 

1.

Nama Ayah:

TTL:

NIK:

No. Paspor:

Alamat:

Hubungan:

 

2.

Nama Ibu:

TTL:

NIK:

No. Paspor:

Alamat:

Hubungan:

 

Dengan ini untuk mengajukan permohonan Paspor RI kepada anak kami tersebut dibawah ini:

 

Nama:

TTL:

Jenis Kelamin:

NIK:

 

Adapun paspor anak kami tersebut dibutuhkan sehubungan dengan rencana –— (masukkan alasan. Seperti ke luar negeri untuk liburan, pengobatan, dan lain-lain) —

 

Demikian permohonan ini kami sampaikan dan besar harapan kami agar Bapak berkenan untuk membantu dalam proses pembuatan Paspor anak kami tersebut. Atas bantuan dan perkenan Bapak, kami ucapkan terima kasih.

 

 

— (tempat tanggal) —

 

Hormat kami,

 

— (materai Rp 6.000) —

 

 

— (Nama Ayah) —                                                                — (Nama Ibu) —

Ayah Kandung                                                                         Ibu Kandung

 


Kalau sampai tidak sempat membuat sendiri surat pernyataan tertulis, bisa mendapatkan di koperasi—dimana Mama juga bisa fotokopi—tapi ingat, butuh tandatangan ayah kandung juga di surat pernyataan tersebut.

 

Note: Periksa nama dan tanggal lahir disetiap dokumen sesuai dan sama.

Informasi tambahan: Bagi pemohon penggantian paspor, persyaratannya cukup dengan membawa e-KTP dan paspor lama (khusus paspor lama yang diterbitkan setelah tahun 2009).

 

  1. Mengambil nomor antrian.

Bisa walk in ke Kantor Imigrasi (Kanim) terdekat (hari kerja dari jam 9 pagi) atau secara online dengan klik http://www.imigrasi.go.id/ kemudian klik Layanan Antrian Paspor Online di boks Online Services (atau langsung klik https://antrian.imigrasi.go.id/ ).

Di situ Mama akan mendaftar dan membuat akun serta password, mengisi biodata, kemudian memilih waktu untuk appointment di Kanim pilihan.

Kalau Mama mau sekalian membuat atau memperpanjang paspor anggota keluarga lain, bisa mendaftarkan hingga 5 anggota keluarga (asal dalam Kartu Keluarga yang sama).

Oh ya, pendaftaran online hanya bisa digunakan untuk pendaftaran baru dan penggantian. Apabila paspor hilang atau rusak, harus datang langsung ke Kanim dengan membawa surat kehilangan dari Kepolisian.

Make sure tanggal dan jam appointment itu sesuai ya, karena kalau gagal hadir pada waktu yang ditentukan, karena apabila tidak bisa hadir, maka harus melakukan pendaftaran kembali 30 hari kemudian terhitung setelah tanggal pendaftaran sebelumnya.

 

  1. Ke Kanim pada tanggal yang ditentukan.

Isi formulir permohonan paspor yang bisa didapatkan di konter antrean, kemudian serahkan formulir tersebut beserta semua dokumen sambil menunjukkan nomor antrian ke petugas di Check-In Counter.

Setelah menyerahkan semua dokumen, Mama tinggal menunggu nomor antrian. Jangan khawatir menunggu terlalu lama, karena bayi (sama halnya dengan lansia dan penyandang disabilitas) mendapatkan layanan antrian prioritas.

 

Sambil menunggu, Mama juga bisa bermain di pojok bermain anak, dan juga menyusui di kamar menyusui.

Aku sempat trial kamar menyusui, dan ternyata bersih, dingin, dan nyaman. Semoga begini terus ya!

 

  1. Foto!

Ini bagian yang menggemaskan sekaligus tricky. Membuat si bayi dalam posisi tegap dan menghadap kamera, syukur-syukur mau senyum. Untuk memastikan posisinya tegap, Mama akan diberikan kain putih untuk menutupi tubuh Mama sambil memegang si Kecil, agar tidak terlihat dalam hasil foto. Petugas akan menanyakan apakah sudah puas dengan hasil, dan bila kurang bagus bisa foto ulang. Tapi jangan berlebihan seperti sedang foto selfie ya Maaa.

Beruntunglah petugas yang ditugaskan pada meja untuk membuat paspor bayi, sangat ramah dan sabar menanti si Kecil untuk memberikan pose terbaiknya.

Mereka pun sabar menunggu Nilouh selesai menyusu di bawah nursing apron.

Selain foto, dilakukan juga sesi “wawancara” untuk mencocokkan antara keterangan yang disampaikan dengan dokumen persyaratan.

Usai foto, Mama akan mendapatkan tanda terima permohonan dan kode pembayaran.

 

  1. Membayar biaya pembuatan paspor.

Biaya pembuatan paspor adalah:

  • Paspor 24 halaman: Rp 155.000,-
  • Paspor 48 halaman: Rp 355.000,-
  • e-Paspor 48 halaman: Rp 655.000,-

Biaya sudah termasuk biaya jasa IT Biometrik sebesar Rp 55.000,-

Biaya dapat dibayarkan ATM atau langsung transaksi di teller Bank mandiri, yang semua terletak di lantai dasar Kanim Jakarta Selatan. Untuk Kanim lokasi lain, aku yakin juga dilengkapi dengan fasilitas ATM atau Bank.

Berikut menu untuk pembayaran biaya paspor via ATM:

BCA:

  1. Pembayaran
  2. Mpn / pajak
  3. Penerimaan negara
  4. Masukan kode mpn g2

https://www.youtube.com/watch?v=Nh1k5pL0emQ

BNI:

  1. Menu lainnya
  2. Pembayaran
  3. Pajak/penerimaan negara
  4. Pajak/PNBP/

 

  1. Menunggu 5 hari kerja untuk pengambilan paspor

Biasanya membutuhkan 5 hari kerja hingga Mama bisa ambil paspor di Kanim, pada hari kerja, jam 09.00 – 16.00 WIB.

Untuk mengetahui apakah paspor sudah siap, Mama bisa memasukkan no kode permohonan (16 digit) ke no WAGS (yang ditulis di atas: 081381710123) dan akan langsung muncul status permohonannya.

Saat mengambil paspor, harus dilakukan sendiri (tidak boleh diwakili) dengan menyertakan tanda terima permohonan, tanda bukti pembayaran, dan bukti identitas.

Kalau terpaksa diwakilkan, pastikan orang tersebut membawa semua yang disebut diatas ditambah fotokopi kartu keluarga (kalau adalah keluarga), kartu identitas pengambil yang sah, serta surat kuasa di atas materai.

Apabila paspor yang telah selesai tidak diambil dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sejak tanggal diterbitkan, paspor dapat dibatalkan.

 

Simpel kan? Apalagi mengurus paspor bayi mendapat prioritas. Tidak sampai satu jam aku mengurus paspor Nilouh dan seminggu kemudian paspor sudah di tangan!

 

 

Aku juga merangkum beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan (Frequently Asked Questions).

 

Kalau Mama ada pertanyaan lain, silakan masukan di kolom komentar dan akan aku jawab dan sertakan di artikel.

 

FAQs:

 

Kalau ada dokumen yang belum lengkap, bolehkah tetap mengurus paspor? Ada rencana ke LN dalam waktu dekat, tapi waktu itu lupa mengurus akte lahir.

Semua dokumen harus dilengkapi. Makanya, begitu bayi lahir, uruslah Akte Lahir dan Kartu Keluarga baru secepat mungkin, karena mengurus ini tidak hanya 1 atau 2 hari saja.

Kalau semua dokumen sudah komplit, barulah membuat janji atau mengambil nomor antrian.

 

Kalau sudah menentukan waktu untuk mengurus paspor tetapi ternyata ada keperluan mendadak, bisakah dipindah keesokan harinya?

Sayangnya tidak. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, saat sudah menentukan hari dan jam—terutama bila dilakukan secara online—harus menunggu 30 hari sesudah janji sebelumnya.

Mama juga jangan berpikir saat membuat appointment akan langsung mendapatkan tanggal yang diinginkan. Ada kuota atau jumlah maksimum pelayanan setiap harinya.

Manakala ada keperluan mendadak dan harus ganti hari, sebaiknya langsung datang ke Kanim. Saat ke Kanim, persiapkan segala berkas dan bawa si Kecil, just in case mendapatkan slot hari itu juga.

 

Saya tidak bisa mendaftar secara online.

Sebaiknya Mama langsung ke Kanim pada pagi hari dengan semua berkas dan membawa si Kecil. Karena bila slot masih ada, Mama akan dilayani saat itu juga.

Bila kuota pada hari itu sudah penuh, Mama bisa membuat janji dengan menentukan hari dan jam yang masih tersedia.

 

Saya sibuk, bisakah pembuatan paspor diwakili? Atau adakah calo yang bisa mempercepat proses?

Pembuatan paspor tidak bisa diwakili karena ada sesi pemotretan dan wawancara.

 

Apakah perlu pakai baju putih atau warna tertentu untuk foto paspor?

Tidak, boleh pakai baju apa saja asal sopan. Disarankan yang polos agar terlihat lebih bagus difoto.

 

Boleh tidak domisili di Jakarta Selatan tapi membuat paspor di Kanim lain, misal Jakarta Barat?

Boleh.

 

Kalau orang tua sudah bercerai?

Syaratnya sama saja, tetapi harus menyertakan surat akta cerai atau surat penetapan hak asuh dari pengadilan.

 

Mama mau sekalian urus paspornya yang hilang. Bisa berbarengan?

Mengurusnya tentu terpisah, walau Mama bisa atur agar dilakukan di hari yang sama. Tetapi untuk paspor hilang dan rusak, perlu menyertakan surat kehilangan dari kepolisian.

 

Sekaligus aku mau mengucapkan terima kasih kepada petugas di Kanim Jakarta Selatan, yang lagi-lagi membuat pengalamanku membuat paspor anak begitu nyaman.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2 Responses

  1. dina

    bagaimana jika ayahnya bekerja diluar negri untuk paspor asli ayahnya tidak dapat dilampirkan?

    • mamudmaskin

      Menurut hemat aku, bisa disertakan foto kopi paspor dan KTP ayah, beserta surat pernyataan. Nanti surat pernyataan sertakan tanda tangan ibu kandung diatas materai. Jangan lupa Kartu Keluarga ya untuk memastikan identitas dan hubungan ayah kandung.

Leave a Reply