MPASI 4 Bintang

posted in: Family | 8

 

Sepertinya tonggak 6 bulan adalah momen yang ditunggu banyak Mama karena itulah momen pertama bayi diperkenalkan pada makanan selain ASI. Akupun sudah mulai riset dan konsultasi dengan dokter anak langganan Nilouh serta beberapa teman dokter lainnya.

 

Kenapa 6 bulan? Karena saat itu kebutuhan energi dan gizinya kian bertambah (energy gap). Bahkan kebutuhan zat besinya semakin mendesak dan membutuhkan suplemen dari luar karena tidak terpenuhi oleh ASI saja.

 

Sumber: WHO

 

Apakah boleh memberikan MPASI di bawah usia 4 bulan? Istilahnya adalah MPASI dini, dan akan aku bahas di postingan berikutnya.

 

Dengan kebutuhan energi dan gizi yang bertambah, artinya Mama harus memberikan menu yang bisa mencukupi kebutuhan tersebut guna mendukung proses tumbuh kembangnya.

 

Zaman kakak-kakaknya Nilouh, dikenal beberapa teori seperti menu tunggal, memberikan makanan yang sama selama 3 hari untuk memastikan tidak alergi, diblender, BLW, dan lain-lain. Yang terkini dan diakui oleh WHO serta direkomendasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) adalah Menu 4 Bintang.

 

Apa itu Menu 4 Bintang?

 

 

Menu MPASI bayi yang terdiri dari karbohidrat, protein hewani, protein nabati, dan sayur mayur serta buah. Bahkan penyedap rasa seperti garam, merica, gula, dan bawang diperbolehkan, mengingat rasa ASI yang gurih agar si Kecil juga akan lahap makan.

 

Lalu apa sumber-sumber yang baik dari 4 bintang tersebut? Catat yaa:


Karbohidrat
: nasi putih, nasi merah, kentang, ubi, jagung, gandum, roti, oat, sagu, talas, pasta, sereal, mie.

 

Protein hewani: telur, ayam, daging sapi, daging domba/kambing, otak sapi, ati ayam/sapi, bebek, telur, ikan, seafood, susu dan produk susu (yoghurt, keju, dll).

Disarankan diberikan 2 prohe (protein hewani) untuk mengejar kebutuhan zat besinya.

Wait, memangnya 6 bulan sudah boleh kena susu sapi? Kalau untuk sekedar campuran MPASI, boleh.

 

Protein nabati: tahu, tempe, kacang hijau, kacang merah, kacang polong, kacang tanah, edamame, biji-bijian seperti wijen.

 

Sayur mayur dan buah: untuk serat dan mikronutrisi. Sayuran hijau juga mengandung zat besi. Pilih sayur dan buah aneka warna, seperti bayam, brokoli, wortel, labu, alpukat, kiwi, semangka, mangga, pisang, buah naga, jeruk navel, papaya, dan lain-lain.

Untuk buah, upayakan disajikan mentah agar vitamin tidak hilang

 

Untuk membuat lebih gurih, boleh diberikan bumbu secukupnya seperti garam (beryodium), merica/lada, gula (untuk ekstra energi), bawang putih, bawang merah, ketumbar, pala, daun salam, kunyit, jahe, dan lain-lain.

Asupan maksimal garam pada umur 0-12 bulan sekitar kurang dari 1 gram per hari, dan untuk anak 1-3 tahun sekitar 2 gram per hari. Bisa juga menggantikan garam dengan makanan sumber yodium seperti sea food, ikan air tawar, rumput laut, susu dan produk turunannya.

Untuk gula, asupan maksimalnya tidak boleh melebihi 5 gram/100 kkal (sukrosa/glukosa) atau 2,5 gram/100 kkal (fruktosa). Gula memang adalah sumber energi yang mudah didapatkan, tapi jangan berlebihan ya Ma.

Demikian dengan lemak. Bayi justru butuh kalori, maka sertakan sumber lemak seperti minyak sayur, mentega, margarin, dan santan. Takarannya sekitar setengah sendok teh (UNICEF) hingga satu sendok teh (WHO) per porsi makan.

 

Jangan lupa juga berikan air putih yang sudah dimasak atau air mineral kemasan sebanyak 120 – 240 ml/hari atau sesuai kebutuhan bayi.

 

Dan karena konsepnya adalah makanan PENDAMPING ASI, maka tetap susui seperti biasa.

 

Intinya adalah bayi makan layaknya anak besar, hanya saja teksturnya disesuaikan. Misal dari bubur saring, dicincang, dicacah besar, disuwir, dan terus ditingkatkan teksturnya. Targetnya adalah di usia 1 tahun sudah bisa makan yang keluarga makan (dengan bantuan dipotong/dicincang bila dibutuhkan).

 

Jangan memanjakan anak dengan makanan tekstur cair ya, bayi perlu melatih geraham dan gusinya karena akan berkaitan langsung dengan kemampuan berbicara. Demikian dengan enzim pencernaan. Sesuaikan tekstur dengan usianya seperti table dibawah ini:

 

Intinya konsep MPASI sekarang lebih simple dan ringkes. Tapi Mama harus lebih rajin berkreasi agar setiap menu berbeda/bervariasi.

 

Tujuan utama menu MPASI 4 bintang ini untuk mencukupi kebutuhan gizi bayi, terutama zat besi, agar terhindar dari malnutrisi, berat badan rendah, atau stunting di kemudian hari.

 

Pertanyaan selanjutnya yang sering ditanyakan berkaitan dengan pemberian MPASI adalah apa yang dilakukan bila anak alergi?

 

Sabar, nanti aku akan bagikan pengetahuannya di postingan selanjutnya, berikut dengan beberapa menu favorit Nilouh!

 

Silakan tulis di kolom komentar pengalaman Mama atau jika ada pertanyaan seputar MPASI 🙂

8 Responses

  1. ayu rizky

    terima kasih buat sharing ya mba nad.. mbak, kalau boleh saya memberi pendapat yg saya tau menurut IDAI / WHO menu 4 kuadran, bukan 4 bintang.
    cmiiw. makasih

    • mamudmaskin

      Hai, barusan aku double check dengan dsa, kata beliau sama saja 4 bintang dengan 4 kuadran. Dari WHO sendiri aku tidak menemukan istilah four stars atau four quadrants, melainkan penjelasan detil bahwa MPASI (complimentary feeding) harus mengandung unsur karbo, prohe, prona, sayur & buah, dan lemak tambahan. Intinya sih sama. Mungkin untuk memudahkan pemahaman para Mama di Indonesia, akhirnya dibuatlah istilah 4 bintang dan 4 kuadran tersebut.
      Tapi kalau kamu ada info yang lebih update, please share di sini yaa.
      BTW, kalau mau baca panduan selengkapnya, bisa lihat dokumen resmi WHO https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/66389/WHO_NHD_00.1.pdf;jsessionid=0CDF9B82589BAFCC9887BACBBF7411A4?sequence=1
      Thanks for the message 😉

  2. Maria

    Halo Mba Nadia,

    Terima kasih atas artikelnya. Saya ingin tanya apakah Anda menggunakan panduan khusus untuk pemberian makanan berdasar umur per bulannya? Misalnya pemberian makanan laut dimulai pada saat minimum umur 8 bulan, atau sayur dan buah tertentu tidak diberikan pada Nilouh sebelum berumur 7 bulan?
    Apakah mpasi 4 bintang ada batasan makanan berdasar umur?
    Boleh dong Mba share finger food favorit Nilouh supaya saya juga ada ide buat kasih ke anak saya 🙂

    Terima kasih.

    • mamudmaskin

      Hai hai,
      aku nggak ada panduan khusus, hanya saja suka googling dan baca buku resep MPASI untuk ide baru.
      Kalau untuk panduan pemberian jenis makanan, juga tidak ada. Aku sempat tanya dsa, katanya selama Mama Papa tidak ada alergi spesifik terhadap makanan tertentu, bayi 6 bulan sudah boleh kok diberi seafood, kacang, tomat, atau makanan yang cenderung dihindari karena takut alergi. Ada hitung-hitungannya tuh di artikel “Alergi” 🙂
      Menu 4 bintang itu batasan umurnya adalah pada tekstur. Dimulai pada 6 bulan dengan tekstur lembek/disaring kemudian perlahan ditingkatkan teksturnya menjadi lebih kasar.
      Kemarin pas aku masak spaghetti bolognaise untuk kakak-kakaknya (tumis bawang putih, daging giling, tambah tomat direbus dan dicampur Pomi, garam, merica, oregano) aku kasih juga ke Nilouh. Pasta spaghetti-nya dimasak agak lembek kemudian aku cacah kecil-kecil, disajikan dengan keju parut. Wah, dia doyan banget!
      Finger food favorit Nilouh macam-macam. Kalau sedang diluar rumah, bawa crackers bayi “Baby Choice” dan “First Bite”, dan biskuit kecil-kecil puffs (jadi dia melatih motorik halusnya) “Gerber” dan “Happy Baby”. Kalau di rumah, finger foodnya buah. Seperti apel Fiji dipotong panjang. Dia suka banget emut-emut sambil dipegang.
      Thanks untuk message-nya yaa, selamat berkreasi MPASI!

  3. Anis Susanti

    Halo Mama Nadia.

    Hari pertama MPASI, menu Nilouh apa saja ya? Semoga berkenan sharing. Terima kasih.

    • mamudmaskin

      Hai Mama,
      maaf super lama balasnya. Memang sudah lama tidak nengok blog. Ini baru mau mulai aktif lagi.
      Nilouh waktu 6 bulan, pas kita sedang liburan ke Eropa. Jadi MPASI pertamanya adalah pisang dilumatkan, kentang tumbuk, potongan kecil roti dengan mentega, dan apa yang kita makan. Karena memang lagi liburan, jadi mau tidak mau makan apa yang ada. Kebetulan Air bnb yang kita tempati ada dapur, jadi aku juga membuatkan makanan rumahan seperti bubur dengan potongan ayam dan wortel, telur orak arik, dan lain-lain. Teori sekarang kan MPASI boleh ada sedikit garam dan merica. Konsepnya adalah apa yang kita makan tapi teksturnya lebih lembut.
      Mungkin karena diperkenalkan pada makanan dengan aneka cita rasa sedari bayi, sekarang di usia 14 bulan makannya gampang banget.
      Semoga terjawab yaa.

  4. Annisa Listyani

    Hi Mami Nadia
    Terimakasih atas tulisan nya ya, sangat membantu sekali

    Mbak Nadia, saya punya anak yg baru mau masuk MPASI. Saya langsung menerapkan menu 4 bintang yg isinya nasi putih tumis hati ayam plus wortel. Tapi anak saya gak mau makanan nya, di lepeh trus geleng geleng.
    Saya jadi agak down krn saya bingung dimana salah ny. Makanan ny saya samakan dengan menu keluarga hanya rendah garam ( tapi masih pake mb).

    Mohon pencerahan nya mb..

    terimakasih ya

    • mamudmaskin

      Hai Mama, aduh maafkan lama banget reply-nya. Semoa sekarang si Kecil makannya sudah lahap yaa. Bayi itu sama seperti kita… ada selera dan ada mood. Nilouh ada momennya mau makan jeruuuuk terus. Tapi suatu saat mendadak mogok, mau makan yang lain. Memang buat anak kita harus siap plan A, plan B, plan C. Kalau MPASI yang kita siapkan nggak berkenan, coba tawarkan sesuatu yang lain. Pengalaman aku, anak lebih tertarik makan apa yang ada di piring kita dibanding piringnya. Dengan konsep baru ini, anak sudah boleh makan makanan dewasa kok asal teksturnya disesuaikan.
      Kalau masih tidak berminat, ya mungkin memang belum lapar atau perutnya sedang kurang enak.
      Sabar ya Ma, memang banyak jurus urusan kasih makan anak. Semangaaat!

Leave a Reply