5 Tips Sukses Sekolah Virtual

posted in: Family | 0

5 Tips Sukses Sekolah Virtual

Mama Muda Masa Kini seantero Indonesia sedang disibukkan dengan urusan back to (virtual) school!

Membangunkan anak pagi-pagi, pusing atur koneksi, belajar Zoom/Google Classroom/entah platform apa lagi, bantu anak dengan tugas serta PR yang mulai membanjiri, dan berkenalan dengan ibu-ibu di kelas baru sambil menjalin relasi.

Kalau urusan pertama, kedua, ketiga, keempat, maaf aku tidak bisa membantu. Tapi urusan kelima, nah ada lima tips untuk memastikan jalur komunikasi lancar antara Mama, wali kelas, dan Mama-Mama sekelas. Ini penting banget! Karena jalur komunikasi inilah yang akan keep Mama up-to-date dengan segala tugas sekolah. Dimulai dengan meng-organize semua informasi penting

Artikel ini especially bermanfaat bagi yang anaknya lebih dari satu. Halooooh, Mama Nadia lagi sibuk nih celingak celinguk kamar anak no 1 (Kakak Nadine grade 9), anak no 2 (Teteh Nuala grade 5), dan anak no 3 (Mas Delmar baru masuk K1). Beruntung si bayi Nilouh masih terhibur “sekolah” dengan menonton Baby TV.

 

Berikut 5 tips sukses sekolah virtual:

 

1. Siapkan 1 gadget untuk urusan sekolah anak.

Rata-rata, seseorang memiliki lebih dari 1 gadget. Menurut Hootsuite, pengguna ponsel pintar dan tablet di Indonesia mencapai 355,5 juta! Lebih banyak dari populasi penduduk 268,2 juta jiwa! Artinya rata-rata orang Indonesia—termasuk bayi dan lansia—dihitung memiliki 1.33 gadget!

https://www.slideshare.net/DataReportal/digital-2019-indonesia-january-2019-v01

Kalau demikian, dedikasikan 1 gadget/1 nomor untuk semua urusan sekolah anak.

Aku memindahkan semua WA grup chat, kontak, aplikasi penunjang sekolah, catatan bayaran uang sekolah, dan segala printilan urusan sekolah ke satu hp.

Kalau Mama punya 1 gadget saja, artinya harus follow langkah 2- 5 secara lebih disiplin.

 

2. Star berita penting dan rajin clear atau delete chat.

Suka gemes ya kalau lagi cari chat penting tapi ketimbun dengan chat-chat lain. Namanya juga emak-emak, ada yang jualan makanan (berikut list yang pesan dan sudah transfer), open PO hand sanitizer, kirim-kirim berita, pamer stiker… sampai pegal jempol mencari-cari informasi yang dibutuhkan.

Nah kalau sudah begitu, harus rajin star informasi penting (misal jadwal sekolah atau link zoom) dengan menekan chat tersebut hingga muncul beberapa opsi kemudian tekan lambang bintang.

Mama juga harus rajin delete chat unfaedah. Cape sih memang, tapi senang lho melihat WA grup bersih berisi informasi-informasi yang penting saja. Macam ada Marie Kondo yang datang dan menyulap rapih grup chat!

Demikian dengan WAG kelas sebelumnya… Mama harus ikhlas untuk let go! Lah, sama saja kan? Ketemu lagi di grup L4 (loe lagi loe lagi). Yang penting di-save semua foto yang ada anak sendiri, kemudian leave and delete grup. Phewww… decluttering never felt so good.

Oiya tips lain mencari chat penting, gunakan tools “chat search” dengan memasukkan keyword yang dicari.

 

Kalau di android, tekan tiga titik di kanan atas kemudian tekan lagi menu “search”.

Kalau di iphone, Mama harus ke halaman Group Info. Langsung ada “chat search” di baris ketiga.

 

3. Catat Contacts dengan rapih.

Ini berasa banget bagi Mama yang punya lebih dari dua anak di sekolah. Aku angkat empat jempol untuk temanku @tantemobi yang lima anaknya sekolah at the same time! https://www.instagram.com/tantemobi/?hl=id

Kalau sudah masuk grup WA, save semua kontak yang ada di grup dengan format selengkap mungkin. Masukkan semua informasi lain yang Mama ketahui seperti kerjanya dimana, alamat rumah, ulang tahun. Kalau lumayan dekat, bisa saling follow di social media.

Bagaimana kalau nanti naik kelas terus nggak ketemu tapi ketemu lagi beberapa tahun kemudian? Tengsin kan kalau dia ingat sekelas dengan anak kita saat nursery sementara kita nggak ngeh. Nah caranya, saat memasukkan (atau edit) contact, di iphone, add related name dan edit label menjadi child. Kalau di Android (atau tergantung ponselnya), tambahkan nama anak (child) di relationship.

Kalau aku, melakukan format yang sama untuk semua teman anak. Yaitu: (nama anak), (nama anakku), (kelas yang barengan dengan anakku).

 

Misal, si Mawar (bukan nama sebenarnya), atau Rose deh supaya lebih internasyionel. Anggap si Rose sekelas dengan Nadine di K2C, grade 3CA, 4J, dan 8B. Aku tulis lengkap tuh:

Rose Nadine’s K2C 3CA 4J 8B.

Kalau misalnya barengan ikut les atau kompetisi, sok tulis juga. Dan lakukan untuk semua yang pernah sekelas dengan anak kita!

Panjang yaaa, tapi akan sangat membantu kalau aku bertemu dengan Mama si Rose ini kemudian kita nostalgia zaman anak masih piyik yaitu di TK, tepatnya K2C. Dia akan merasa dihargai dan menganggap kita punya memori secanggih smartphone dengan kapasitas 512 GB.

 

4. Add akun Google anak-anak dan Link ke Google Calender.

Anak-anak yang sekolah virtual biasanya akan diberikan link Zoom meeting atau bahkan memiliki akun Google Classroom (atau platform lain seperti Seesaw, Edmodo, Class Dojo, dan ManageBac) yang berisikan jadwal dan tugas. Beberapa mengizinkan akun anak di-link ke email Mama atau bisa ditambahkan ke akun Google Mama.

Untuk akun Google Classroom, caranya buka Gmail Mama, klik foto Mama di kanan atas, dan klik “add another account.”

Setelah itu, masukkan email anak yang sudah dibagikan pihak sekolah berikut password anak. Ada baiknya juga nih Mama yang catat passwordnya in case anak lupa.

Sudah deh! Mama bisa memantau (bukan stalking yaa) email sekolah anak, termasuk memasukkan jadwal penting ke Google Calender. Untuk yang anaknya sudah besar (seperti Teteh) sudah bisa memasukkan jadwalnya sendiri.

 

5. Tulis di Agenda!

 

Di tengah kecanggihan teknologi, metode lama selalu bisa diandalkan! Aku berjiwa old school dalam hal agenda. Jadwal anak dengan segala catatan (beli kuas Lira no.8, ambil seragam dari penjahit, Miss Kim ulang tahun, bayar uang sekolah, dll) lebih nyaman dan nyantol saat menuliskannya di atas kertas. Belum lagi kalau email kena hack (amit-amit), hp hilang (lebih amit-amit), or as simple as lobat atau internet lagi down dan kita butuh informasi itu segera.

Banyak anak? Lebih mudah lagi. Gunakan pen atau stabilo beda warna. Memangnya anak saja yang perlu prakarya?

 

 

Itu dia Mama Muda Masa Kini, 5 tips sukses sekolah virtual! Namanya juga masa kini, udah nggak zaman menggunakan gaptek sebagai alasan! Pasti bisa! Dan kalau mandek, tinggal tanya anak atau tanya di grup (setiap grup pasti memiliki satu orang yang jagoan urusan komputer, yakan ).

Kalau Mama ada tips lain yang bisa bikin mempermudah proses mengorganisir urusan sekolah, please share di kolom komentar ya!

Selamat mendampingi anak-anak sekolah! Artikel selanjutnya sepertinya perlu tentang tips agar tetap santuy menghadapi segala keribetan sekolah virtual. Aku pun masih mencarinya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *