Naik Naik ke Puncak Gunung

posted in: Fitness | 0

Naik, naik, ke puncak gunung, seru, seru sekali!

 

Mall, bioskop, destinasi eksotis di luar negeri… soooo 2019. Sekarang tempat yang hits adalah gunung, curug, dan destinasi outdoor di sekitaran kita.

 

Pandemi membuat kita mencari kegiatan yang seru dan aman. Aktifitas di luar ruangan memiliki resiko penularan yang paling rendah (selama masih menaati protokol yaa kalau bertemu orang lain) sekaligus olahraga yang sehat. Bonus stok foto kece yang akan menghias Instagram, dijamin mendapat apresiasi dan pertanyaan, “keren banget! Ini dimana?”

 

Kegiatan jalan di alam luar ini disebut dengan hiking dan trekking. Ternyata istilah tersebut walau mirip, ada bedanya lho.

 

Hiking adalah berjalan kaki dengan tujuan utama menikmati pemandangan, sehingga rute yang dipilih seringkali lebih bersahabat, seperti mengunjungi curug atau gunung Papandayan untuk berfoto dengan si pohon-pohon kering. Hiking bisa bawa anak-anak, tinggal request rute yang landai dan singkat.

 

Trekking sebenarnya sama dengan hiking, hanya saja rutenya lebih menantang, seperti Gunung Gede atau bahkan ke Everest! Biasanya mdpl (meter diatas permukaan laut) lebih tinggi sehingga banyak tanjakan. Sering kali trekking membutuhkan lebih dari sehari, jadi bawaan pun lebih berat; seperti kemah, alat memasak, dan lain-lain. Pokoknya ala-ala backpacker. Hmm aku yang ini nggak deh, cukup tektok agar malam sudah bisa kembali di rumah dengan anak-anak.

 

Ada lagi trail run. Ini sih gokil. Dengan kondisi trekking tapi dilakukan sambil berlari, makanya suka disebut juga dengan mountain running, seperti Rinjani 100K yang terkenal. Dududu, definitely not my cup of tea.

 

Aku sendiri baru dua kali hiking ke Curug Leuwi Hijau di Sentul dan Gunung Lembu, dan langsung ketagihan!

 

Nah, aku mau share beberapa perlengkapan dan persiapan ya!

 

Wajib dipersiapkan sebelum pendakian:

  • Cari guide yang berpengalaman dan request rute yang sesuai dengan keinginan serta fitness level peserta.
  • Bikin WA grup dengan guide (dan fotografer kalau mau bawa, hihihi, biar capcuz share foto).
  • Buat rundown dengan bantuan guide agar dapat diestimasi waktu pulang – dan kalau tiba di Jakarta pada jam ganjil genap, sesuaikan plat mobil biar nggak repot pulangnya. Ketahui juga rutenya, ada beberapa tempat yang harus naik/turun dengan tali tambang (siapkan sarung tangan) atau ada beberapa lokasi yang ada monyet liar atau babi hutan (!).
  • Cek prakiraan cuaca di hari H.
  • Test Rapid, swab antigen, atau PCR untuk semua anggota pendakian termasuk guide dan driver. Ideal dilakukan sebelum DAN sesudah hiking.

 

Perlu disiapkan selama pendakian: (* wajib!)

  • Pakaian disarankan dryfit* dan celana panjang.
  • Masker atau buff*. Kondisi saat ini masih wajib pakai masker saat di peristirahatan yang tertutup atau ada orang banyak. Selama hiking sih tidak usah. Tarik nafas dalam-dalam untuk menikmati udara gunung yang segar dan sarat ion negatif.
  • Semprotan antiseptik*.
  • Sepatu trail run/trekking*. Wajib punya agar tidak slip saat berjalan. Bisa dibeli online. Aku pernah beli yang Rp 95.000 dan aman-aman saja dikenakan, tapi standarnya sih sekitar 300 ribuan. Kalau berencana untuk hiking/trekking secara rutin, sebaiknya investasi merek berkualitas seperti North Face, Salomon, atau Timberland. Saran aku, cari di online atau factory outlet. Kemarin aku mendapatkan merek North Face dengan discount 60% di tokonya di Kuningan City. Pilih sepatu yang waterproof dan 1 ukuran lebih besar dari ukuran biasa, karena saat turun gunung, kalau pakai sepatu yang ngepas, kuku kaki kan sakit. Ohya, sebelum hiking potong kuku ya. Kalaupun belum siap untuk beli, pakai sepatu olahraga yang paling nyaman.
  • Trekking pole*. Ini kepakai banget! Daaan saat ini trekking pole ludes dimana-mana. Coba cari di online. Ada yang harga 70 ribuan hingga 700 ribuan.
  • Sarung tangan gym untuk trek yang terjal dan harus berpegangan pada tali dan akar pohon.
  • Topi*.
  • Kacamata hitam. Kalau bisa yang buat olahraga.
  • Handphone yang sudah discharge full. Baiknya dengan casing bertali yang bisa digantung di leher atau casing/sarung anti air.
  • Jam tangan yang bisa memonitor heartrate, jumlah langkah, jarak, dan kalori terbakar seperti Apple watch, Samsung, Fitbit, Garmin, dan lain-lain. Di jalur terjal dan panjang, monitor detak jantung yaa. Kalau terlalu tinggi (maksimum adalah 220 dikurangi umur) istirahat dulu.
  • Jas hujan.
  • Sunblock*.
  • Muscle cream/muscle spray seperti counterpain, voltaren, salonpas spray.
  • Semprotan atau losion anti serangga.
  • Snack tinggi kalori* seperti kurma, coklat, buah pisang/apel, protein bar.
  • Makanan yang dipack dalam kotak bekal kecil atau dibungkus daun agar bungkus bisa dibuang seperti arem arem atau onigiri. Jangan membuang sampah (selain bungkus daun yang biodegradable atau terurai alami) di gunung/curug. Semua bekas makanan harus dibawa turun dan dibuang di tempat sampah yang tersedia.
  • Minuman* dalam tumbler atau kantong air (water bladder) agar tidak berat.
  • First aid kit. Yang basic saja, seperti tensoplast* yang sudah ada betadine (jaga-jaga kaki lecet), obat pusing, dan lain-lain.
  • Backpack atau vest* berisikan semua barang tersebut. Kalau ada budget, aku sarankan vest merk Aonijie (bisa beli online) karena ringkes di badan dan banyak kantong untuk memuat semua keperluan termasuk water bladder.
  • Uang seperlunya untuk membeli minum di warung manakala dibutuhkan. Tidak perlu bawa dompet, hanya tanda pengenal atau foto KTP di hp (just in case).

 

Kalau berencana akan main air di curug, jangan lupa bawa:

  • Kaos ganti.
  • Kaos kaki ganti.
  • Sepatu air atau sendal.
  • Handuk kecil.
  • Kantong baju kotor atau wetbag.
  • Jangan lupa siapkan tas berisi baju ganti, sendal, tisu basah untuk membersihkan badan, deodoran, dan keperluan grooming lain yang diletakkan di mobil, agar perjalanan pulang nyaman.

 

There you go!

 

Kalau masih ada yang perlu ditambahkan di list itu, tolong tulis di kolom komentar yaa. Akupun masih newbie dan berencana akan naik, naik ke puncak gunung dan menaklukkan berbagai gunung lagi di Indonesia, hohoho.

 

Target selanjutnya adalah Gunung Papandayan dan Gunung Gede. Nah Gunung Gede karena 2.958 mdpl, membutuhkan stamina yang fit, apalagi kalau berencana akan naik dan turun di hari yang sama sehingga membutuhkan pergerakan yang cepat. Menurut guide, salah satu indikator adalah lari 5 km dalam 30 menit.

 

Baiklah kakaaaak, makan gorengan dulu ya saya!

 

*** PRELOVED GIVEAWAY ***

Berhubung aku sudah beli sepatu North Face, aku mau giveaway sepatu aku yang hitam merek Beckham size 40.

Kalau ada yang tertarik, silakan komen di postnya IG @mamudmaskin yang ada gambar sepatu YANG AKAN AKU POST JAM 8 MALAM NANTI.

Mimin akan memilih 1 orang dan akan aku kirimkan via paket yaa.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *